Ngawi

Seratusan Guru SMA/SMK di Ngawi Tak Bisa Belajar Tatap Muka

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Seratusan guru dan karyawan tingkat SMA/SMK di Ngawi tidak dapat mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Sebab, mereka belum divaksin Covid-19 dosis pertama.
Imunisasi itu sebagai syarat mengajar dengan media papan tulis di kelas. Sebagaimana aturan main dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). ‘’Kalau belum, ya tidak boleh mengajar dulu,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Ngawi Supardi, Sabtu (18/9).

Data cabdindik per 3 September lalu, persentase vaksinasi dosis pertama guru serta karyawan 20 SMA negeri dan swasta mencapai 95 persen. Dari sasaran 706 orang, sebanyak 690 menunggu giliran suntik dosis kedua.

Progres tidak jauh berbeda pada 40 SMK negeri dan swasta. Sebanyak 1.489 guru dan karyawan sebagai sasaran imunisasi. Dari jumlah itu, 1.382 orang telah menerima dosis pertama (89,14 persen) dan dosis keduanya 1.252 orang (80,5 persen). Artinya, terdapat 107 guru dan karyawan jenjang SMK yang masih mengajar dengan metode daring. Pun dengan 16 guru dan karyawan jenjang SMA yang masih mengajar jarak jauh. (tr3/c1/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button