Pacitan

Serangan Virus Mio Meluas

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Petambak udang vaname di Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo, merugi. Pasalnya, udang yang mereka budi dayakan diserang virus berak putih atau mio. ‘’Di tempat saya, empat kolam kena semua. Banyak udang mati. Terpaksa dipanen lebih dini sekalipun hasilnya tidak maksimal,’’ kata Larno, seorang petambak udang asal Desa Hadiwarno, Minggu (19/7).

Saat ini dia hanya mampu memanen lima kuintal udang dari empat petak tambak yang ada. Padahal, biasanya satu petak bisa panen sampai 1,5 ton. Kondisi itu dianggap kurang cocok dengan biaya pakan yang dikeluarkan. ‘’Diperkirakan kerugian per petak tambak sekitar puluhan juta rupiah,’’ ungkapnya.

Virus mio dan berak putih biasanya menyerang udang saat usianya sekitar satu bulan pascatabur. Cara mengatasinya dengan probiotik dicampur pakan. Meski demikian, Larno sedikit beruntung. Di saat udang banyak diserang virus, harga pasarannya lumayan.

Misalnya udang size 100 seharga Rp 56 ribu. Sedangkan, size 28–35 harganya Rp 90 ribu. Di tingkat pasar global, menurutnya, harga udang dipengaruhi kurs dolar. Karena udang vaname merupakan komoditas ekspor. ‘’Hal ini sedikit bisa menutupi kerugian dari serangan hama tersebut,’’ ungkap Larno. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close