Madiun

Seragam Sobek Ditarik “Penculik”

Kabar Hoaks Teror SDN 02 Josenan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Dunia pendidikan digegerkan kabar penculikan. Lewat WhatsApp (WA), AL, siswa kelas II SDN 02 Josenan, dikabarkan hendak diculik saat pulang dari sekolahnya, Jumat (21/2). Namun, siswi itu berhasil melarikan diri. Seragamnya sampai sobek ditarik penculik.

Jawa Pos Radar Madiun mengklarifikasi kebenaran kabar itu ke beberapa sumber terkait. Ke beberapa wali murid, sekolah, dinas pendidikan, serta siswa yang diisukan menjadi korban penculikan itu. Hasilnya, dipastikan kabar itu tidak benar alias hoaks.

Tentu saja kabar itu cukup meresahkan orang tua siswa di sekolah setempat. Seperti yang dirasakan Diyanti Yoga Wulansari. Sejak mengetahui kabar itu dari grup WA, dia langsung menanyakan kebenarannya. ‘’Ternyata tidak benar. Lalu dengar kabar lagi katanya di sekolah zona sebelah. Nah, dari zona sana mengabarkan zona sini,’’ kata Diyanti saat menjemput anaknya Senin (24/2).

Berseliwerannya kabar yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya itu cukup meresahkan. Karenanya, Diyanti selalu menjemput anaknya tepat waktu. Jika pun pulang lebih awal, pihak sekolah selalu menginformasikannya ke grup WA. ‘’Diantar pukul 06.30, 10.30 mengirimkan bekal. Pulang normal pukul 12.30. Kalau pulang cepat pasti diinfokan gurunya,’’ jelas Diyanti.

Pihak sekolah juga menepis kabar tidak benar tersebut. Senin (24/2) siswa yang diisukan masuk seperti biasa. ‘’Anaknya tadi bilang, kok saya diisukan diculik. Itu nggak benar,’’ kata Tri Rahayu, guru kelas II SDN 02 Josenan, menirukan perkataan siswanya.

Tri Rahayu mengungkapkan, total siswa di kelas yang diampunya ada 29 anak. Lima murid izin sakit. ‘’Baru hari ini (kemarin, Red) izinnya,’’ ujarnya.

Kendati tidak benar, pihak sekolah akhir-akhir ini memang meningkatkan kewaspadaan. Menyusul maraknya kasus penculikan di kota-kota besar. Di enam grup wali murid yang beranggotakan orang tua siswa masing-masing kelas, pihak sekolah aktif berkoordinasi dan berbagi informasi. ‘’Kami juga selalu ingatkan agar orang tua berhati-hati dan waspada,’’ ucapnya.

Kasatreskrim Polres Madiun Kota AKP Suharyono memastikan pesan berantai yang tersebar di medsos itu tidak benar. Dia juga menanggapi soal penyekatan yang dilakukan polisi di wilayah perbatasan bukanlah lantaran kasus penculikan anak. ‘’Tidak benar informasi itu,’’ tegas Suharyono. (kid/c1/fin)

Dindik Langsung Terbitkan SE Kewaspadaan

JANGAN main-main dengan keamanan dunia pendidikan di Kota Madiun. Tepat di hari siswa SDN 02 Josenan dikabarkan diculik, dinas pendidikan (dindik) langsung menerbitkan surat edaran (SE) perihal kewaspadaan terhadap upaya penculikan anak.

Sekretaris Dindik Kota Madiun Sri Marhaendra Datta mengungkapkan, SE bernomor 470/724/401.101/2020 itu diterbitkan per 21 Februari lalu. Sebagai imbauan terhadap seluruh jenjang pendidikan untuk lebih memperhatikan keamanan lingkungan sekolah. SE itu diterbitkan menyusul maraknya kasus penculikan di berbagai daerah akhir-akhir ini. ‘’Kami tidak mau kecolongan. Jangan sampai ada kejadian, terus melangkah,’’ kata Marhaendra.

Ada empat poin penting yang disampaikan dalam SE tersebut. Pertama, memastikan yang mengantar dan menjemput peserta didik ke sekolah merupakan orang tua, wali, atau keluarga. Kedua, jika ada orang asing yang menjemput, pihak sekolah diminta menahan dan mengonfirmasikan terlebih dahulu ke orang tua atau wali murid. Ketiga, membatasi peserta didik keluar area sekolah saat jam istirahat. Terakhir, sekolah perlu dilengkapi kantin yang menyediakan makanan dan minuman sehat serta higienis. ‘’Kita patut waspada,’’ tegasnya.

Dindik memastikan, sejauh ini Kota Madiun aman. Meski demikian, sekolah dan orang tua siswa tak boleh lengah. Sebab, pelaku selalu memiliki cara tersendiri. ‘’Intinya kami tidak ingin kecolongan. Kami tegaskan, sejauh ini masih aman,’’ ucapnya.

Dia menambahkan, SE itu tidak akan dicabut hingga keadaan benar-benar aman. Selain menerbitkan SE, pihaknya juga berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) turut bersinergi dalam upaya antisipatif. ‘’OPD yang lain bisa ikut bersinergi memberikan materi terkait hal itu. Terutama untuk meningkatkan kewaspadaan,’’ tuturnya.

Wali Kota Madiun Maidi turut angkat bicara terkait kabar dusta tersebut. Dia pun menjamin keamanan kota yang dipimpinnya. ‘’Masyarakat tidak usah resah, itu hoaks,’’ tegas Maidi.

Kendati demikian, Maidi meminta warga aktif mengklarifikasi kebenaran dari setiap kabar yang didapatkan. Dia juga meminta sekolah meningkatkan pemantauan dan pengawasan terhadap anak didik. ‘’Orang tua yang memiliki anak tolong dijaga baik-baik,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button