Madiun

Sepuluh Jalan Kena Jam Malam

Tutup Akses Masuk Kota sampai Subuh

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sepuluh simpul ruas jalan masuk Kota Madiun ditutup satu arah mulai pukul 21.00–05.00. Satu jam menjelang pemberlakuan kebijakan jam malam maksimal pukul 22.00.

Meliputi Pahlawan, Yos Sudarso (ujung utara), Diponegoro (Patung Pendekar), Rimba Darma, Soekarno Hatta (Pos Te’an), Kolonel Marhadi (simpang empat Pos Sriti), Agus Salim (Sleko), Mastrip (Pos Klegen), Kelapa Sari (perempatan), dan pintu masuk Sumber Umis dari Jalan Pandan.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, selama pemberlakuan jam malam itu seluruh aktivitas warga diminta untuk dihentikan. Termasuk berbagai wujud keramaian di Pahlawan Street Centre (PSC). ‘’Mal jam sembilan malam wajib tutup. Setelah itu tak ada aktivitas lagi. Waktunya istirahat,’’ tegasnya.

Rekayasa lalu lintas diberlakukan dua arah di Jalan Ahmad Yani mulai dari perempatan Patung Pecel hingga simpang tiga Jalan Panda-Ahmad Yani. Jalan Kutai dijadikan one way dari arah barat mulai pukul 05.00-16.00 dan diberlakukan satu arah dari timur setiap pukul 16.00-05.00. Pantauan Selasa malam (1/9), banyak pengendara balik kanan di Jalan Pahlawan. Begitu jarum jam menunjukkan pukul 21.00, jantung keramaian kota itu diportal petugas kepolisian. ‘’Mohon maaf, aktivitas malam kami batasi,’’ ucap Maidi. (kid/c1/fin)

Pelajar Keluyuran Picu Kerumunan

BANYAK remaja berusia pelajar keluyuran di titik keramaian, Selasa malam (1/9). Beberapa bergerombol dengan rekan sebaya. Ada pula yang nongkrong bersama orang tuanya. ‘’Langsung kami tegur dan peringatkan agar tidak keluar melebihi batas jam malam,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Heri Wasana.

Gerakan disiplin siswa ini digalakkan seiring pemberlakuan jam malam. Pengujung Agustus kemarin, pemkot juga telah menangguhkan uji coba pembelajaran tatap muka. Itu menandakan pandemi belum berakhir. Siswa pun tetap berkewajiban mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ). ‘’Pelajar yang kedapatan keluyuran langsung diminta pulang. Karena besok paginya sekolah daring (dalam jaringan, Red),’’ lanjutnya.

Kepala Satpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyo berkomitmen terus mengawal penegakan Perwali 39/2020 tentang Disiplin dan Penegakan Hukum Penerapan Protokol Kesehatan di Kota Madiun. ‘’Sudah dua malam kami gencarkan penindakan bagi yang melanggar protokol kesehatan,’’ ujarnya.

Selama dua hari itu pula, masih didapati warga yang abai protokol kesehatan. Warga yang kedapatan tidak pakai masker langsung disanksi menyemprot beberapa fasilitas umum di pedestrian jalan yang dijadikan tempat kerumunan. ‘’PKL (pedagang kaki lima, Red) sudah tertib. Sebagian besar sudah tutup setiap pukul 22.00,’’ sebutnya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button