Magetan

Sepuluh Hari Ngangsu Air Bersih

Karena Layanan PDAM Tersendat

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Sebagian warga Desa Mategal, Kecamatan Parang, mengeluh. Sebanyak 50 kepala keluarga (KK) di desa tersebut mengalami krisis air bersih selama sepuluh hari terakhir. Karena sumber air yang ada di lingkungan mereka sudah mengering.

Untuk kebutuhan mandi dan memasak, biasanya warga mengangsu dari dusun lain. Seperti membeli air dari sumur sibel warga. Jaraknya sekitar 100 meter. Dan, itu mereka tempuh bolak-balik sampai tiga kali. ‘’

Salah seorang warga Desa Mategal Sumantri mengatakan, belakangan air PDAM juga mengalir tidak lancar. Karena pasokannya digilir. Sehingga, mau tidak mau warga harus mencari kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari dengan cara membeli. ‘’Kalau untuk keperluan cuci kakus sebagian warga masih mengandalakan air dari Kali Sejok,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Dirut PDAM Lawu Tirta Welly Kristanto tak menampik pasokan air kepada warga Desa Mategal mati. Pasalnya, sumber air dari Waduk Gonggang sudah tidak bisa mengalir terhitung sejak bulan lalu. Sebab, volume air di waduk tersebut sudah dibawah outflow pipa intake. ‘’Muka airnya sudah susut drastis,’’ ujarnya.

Untuk sementara waktu, lanjut Welly, pelayanan air PDAM bagi warga Krajan, Bungkuk, Mategal, dan Tamanarum digilir dengan menggunakan pompa booster. Total ada 1.200 pelanggan yang dilayani bergilir. ‘’Baru bisa mengalir normal kalau muka air waduk naik,’’ katanya. (fat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button