Magetan

Sepuluh Desa di Magetan Terancam Krisis Air Bersih

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Tiga kecamatan di Magetan diprediksi terdampak kekeringan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga sepuluh desa di tiga kecamatan itu bergantung pada bantuan pemerintah. ‘’Untuk irigasi ada, tapi untuk memenuhi kebutuhan harian tidak ada,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi, Jumat (3/9).

Kesepuluh desa itu tersebar di Kecamatan Karas, Lembeyan, dan Parang. Di tiap desa, tidak seluruh warga menghadapi krisis air. Namun, hanya warga di lingkungan RT tertentu. Terutama yang menggantungkan pasokan air dari sumur dan sungai.

Beberapa desa yang tergolong rawan yakni Desa Kediren di Kecamatan Lembeyan serta Desa Trosono di Kecamatan Parang. Wilayah kedua desa itu berbukit. Jarak permukiman warga menuju sumber yang masih teraliri air cukup jauh. Sumur dan sungai juga mengering. ‘’Di Trosono, warga sampai harus mengambil air di kabupaten lain,’’ beber Wahyudi. (mg5/c1/naz/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button