Pacitan

Seperempat Wilayah Pacitan Susah Sinyal

Tak Terjangkau Penyedia Provider, Pemkab Pasang Receiver

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Kebutuhan warga Pacitan akan jaringan telekomunikasi masih terbatas. Di beberapa desa malah ada yang tanpa sinyal alias blank spot. Diskominfo mencatat, dari 166 desa yang ada, sekitar 25 persen di antaranya belum terjangkau penyedia provider. ‘’Ada yang tat tet. Artinya, kadang ada sinyal kadang tidak. Ada juga yang sama sekali tidak ada sinyal,’’ kata Kepala Diskominfo Pacitan Rachmad Dwiyanto Minggu (2/8).

Kondisi itu tentu menghambat proses komunikasi. Termasuk penerapan program pembelajaran dalam jaringan (daring) sebagai bentuk pencegahan Covid-19. ‘’Ini memang menjadi persoalan,’’ ujarnya.

Rachmad mengaku, sebetulnya pemkab telah menyampaikan proposal ke Kementerian Desa dan PDTT untuk pengembangan daerah sulit sinyal. Namun, sampai sekarang program tersebut belum dapat terealisasikan. ‘’Kami juga melakukan koordinasi dengan pemilik base transceiver station (BTS) swasta. Tapi, mereka juga memiliki pertimbangan untuk mendirikan tower baru,’’ ucap mantan kadinkes itu.

Opsi lain yang ditempuh diskominfo adalah penyediaan receiver internet di desa. Tujuannya untuk menangkap sinyal dari BTS terdekat. Rachmad mengaku cara tersebut sudah dilakukan di Desa Sooko, Kecamatan Punung. ‘’Tapi, hanya berlaku untuk sinyal internat. Cara ini sebenarnya bisa ditiru oleh daerah lain. Cukup murah sebenarnya, nanti kita tinggal beli internetnya,’’ terang Rachmad. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button