Ponorogo

Sepekan Tiga Bencana, Satu Korban Jiwa

Prakiraan BMKG Belum Ada Tanda-Tanda Hujan Mereda

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Dalam sepekan kemarin bencana hidrometeorologi tiga kali menerjang Ponorogo. Kecamatan Sawoo, Sambit, hingga Mlarak terdampak. Selain banjir yang merendam dua desa pada Selasa (18/2), longsor juga menerjang Pangkal, Sawoo, Jumat (21/2). Satu korban tewas meski sempat dirawat intensif di rumah sakit.

Sabtu (22/2) giliran Gontor, Mlarak, tergenang banjir akibat tanggul sungai di desa setempat jebol. ‘’Musim penghujan, potensi bencana hidrometeorologi harus selalu diwaspadai,’’ kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo Imam Basori Minggu (23/2).

Bencana pertama yang melanda wilayah tenggara pekan lalu adalah banjir. Yakni, di Maguwan, Sambit, dan Grogol, Sawoo, dalam waktu bersamaan. Biangnya, intensitas hujan tinggi membuat debit air sungai di dua desa tersebut meningkat. Tanggul sungai tak kuasa menahan volume air. Sehingga, air bah menerjang. ‘’Penanganan tanggul sudah dikoordinasikan dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo,’’ ujarnya.

Bencana kedua, Jumat, mengakibatkan rumah Paimin di Pangkal, Sawoo, tertimpa material longsoran tebing setinggi 3,5 meter di belakang rumahnya. Meski tebing tersebut sudah diplengseng, namun tak kuasa menahan tanah gerak karena terdorong air.

Setelah hujan mengguyur sejak sore hingga malam hari, sekitar pukul 19.30 longsor terjadi. Menimpa Paimin yang ada di dalam rumah seluas 40 meter persegi itu. Meski sempat diselamatkan warga, lansia 80 tahun itu mengembuskan napas terakhir di RSU Muhammadiyah.

Sabtu lalu, banjir merendam persawahan di Gontor, Mlarak, usai tanggul sungai di desa tersebut jebol. Penyebabnya sama, lantaran wilayah Mlarak diguyur hujan berjam-jam. ‘’Air meluap meluber ke jalan raya, pekarangan rumah, dan persawahan,’’ bebernya.

Ketiga bencana, lanjut Imam, terjadi akibat tingginya intensitas hujan di tiga kecamatan. BPBD terus berkoordinasi dengan stasiun pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui prediksi cuaca. BMKG memprakirakan belum ada tanda-tanda intensitas hujan berkurang dalam waktu dekat. ‘’Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat sangat diperlukan dalam menghadapi situasi seperti ini. Petugas di lapangan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi intens dengan berbagai pihak,’’ jelasnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close