Madiun

Sepekan Sembunyi, Penghina Maidi Dibekuk Polisi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – RHS, pelaku penghina Wali Kota Madiun Maidi dan Presiden RI Joko Widodo, tertangkap. Selang dua hari meninggalkan komentar bernada penghinaan dan pencemaran nama baik di Facebook, warga Kelurahan Pangongangan, Kota Madiun, itu bersembunyi di rumah kerabatnya di Desa Lembah, Babadan, Ponorogo.

Pria 26 tahun itu dibekuk Minggu lalu (15/3). Di hadapan petugas, RHS mengaku menggunakan akun samaran bernama Rio Setiyono. Entah alasan dan motif apa yang mendasari. Hingga menggunakan diksi umpatan yang ditujukan untuk orang nomor satu di Kota Madiun dan negeri ini. ‘’Alasannya iseng, dan bisa jadi karena minim pengetahuan politik,’’ kata Kasatreskrim Polres Madiun Kota Iptu Fatah Meilana Kamis (19/3).

Fatah menambahkan, pelaku juga menggunakan foto profil bergambar helm agar tidak terlacak dalam akunnya. Pun setelah meninggalkan komentar itu, pelaku menghapus akun miliknya tersebut. ‘’Kalau untuk masalah politik, kemungkinan tidak ya, tapi tetap kami dalami,’’ ujarnya.

Fatah memastikan perbuatan pelaku memenuhi unsur penghinaan dan pencemaran nama baik. Terbukti melanggar pasal 45 ayat (3) UU RI No. 19/2016 perubahan atas UURI No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan pidana paling lama empat tahun dan atau denda paling banyak Rp 750 juta. ‘’Barang bukti berupa hasil print screenshot komentar negatif itu dan handphone yang digunakan pelaku,’’ sebutnya.

Fatah mengimbau warga agar lebih berhati-hati dan bijak dalam bermedia sosial. Media sosial harusnya dimanfaatkan untuk hal-hal yang baik. Jika sampai merugikan orang lain, akan berhadapan dengan hukum. ‘’Bijaklah dalam bermedia sosial,’’ pintanya.

Kuasa hukum Maidi Arief Purwanto menyatakan pihaknya bersama sejumlah masyarakat Kota Madiun meminta aparat kepolisian melakukan penahanan terhadap tersangka. Guna memberikan efek jera sekaligus pembelajaran kepada masyarakat agar bijak bermedia sosial. ‘’Ini semua untuk pembelajaran. Jangan mudah terpancing dan membuat posting-an yang tidak benar,’’ kata Arief. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button