Madiun

Sepekan Muncul 144 Kasus Baru Covid-19, Pemkot Madiun Berlakukan Pembatasan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Aktivitas masyarakat di Kota Madiun kembali diketati. Kebijakan itu ditempuh Pemkot Madiun menyusul lonjakan kasus baru Covid-19 dalam sepekan terakhir di kota ini. Bahkan, tren persebarannya naik signifikan.

Sejak Kamis lalu (10/6) hingga Kamis (17/6) pertambahan mencapai 144 kasus baru. Jumlah itu naik drastis dibandingkan pekan sebelumnya. Sementara, tingkat kesembuhan dalam tempo yang sama hanya 90 pasien. Sedangkan, penderita meninggal dunia karena terinfeksi virus SARS-CoV-2 tersebut sembilan orang. Jika dirata-rata, per hari seorang pasien terenggut nyawanya.

Tak ingin meledak, Wali Kota Madiun Maidi memperketat kegiatan masyarakat. Tempat hiburan malam (THM) yang sebelumnya boleh buka hingga pukul 24.00, mulai Rabu (16/6) wajib tutup pukul 22.00. Maidi juga memerintahkan untuk mematikan lampu penerangan jalan umum (PJU) dua jam sebelum lewat tengah malam. ‘’Lampu taman di Pahlawan Street Center (PSC) juga dimatikan pukul 22.00. Jalannya ditutup,’’ katanya, Kamis (17/6).

Maidi tak ingin kecolongan seperti daerah lain. Misalnya, hajatan pernikahan. Selain harus mengantongi izin dari satuan gugus tugas (satgas) Covid-19 kelurahan dan kecamatan, calon pengantin dan keluarganya wajib rapid test antigen. ‘’Lebih baik antisipasi di awal, karena penyesalan muncul setelah kejadian. Kita tidak ingin seperti itu,’’ tegasnya.

Begitu pula izin penyelenggaraan event. Peserta tidak boleh lebih dari 50 orang dan harus mendapat izin ketua Satgas Covid-19 Kota Madiun. ‘’Kalau lebih dari itu tidak boleh. Sampai dengan tanggal 28 Juni off dulu,’’ ujarnya.

Meski memperketat, pemkot tidak menghentikan seluruh operasional usaha. Pusat perekonomian seperti pasar dan mal tetap berjalan seperti biasa. Namun, tetap dengan pembatasan sosial dan penerapan protokol kesehatan. ‘’Kalau ada yang kurang sependapat, saya mohon maaf. Semua ini demi menyelamatkan warga. Saya ambil kebijakan karena mengacu daerah lain sudah seperti itu,’’ terang Maidi.

Maidi juga telah meminta RSUD Kota Madiun menambah kamar dan bed pasien. Kebijakan serupa diterapkan di Wisma Haji. Tempat tidur pasien Covid-19 ditambah. Dari sebelumnya 120 unit ditambah 30 bed. ‘’Penyemprotan disinfektan dimasifkan hingga tingkat RT dan RW,’’ sebut ketua Satgas Covid-19 Kota Madiun itu.

Karena lonjakan kasus baru, Maidi juga belum memikirkan kembali rencana penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Sementara ini, dia menyarankan proses pembelajaran dilakukan secara daring. ‘’Embuh, itu (PTM, Red) belum saya pikirkan,’’ ucapnya.

Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya (AR) Bagus Miko Saputra mendukung penuh kebijakan pemkot terkait pembatasan jam malam tersebut. Dia minta masyarakat tidak gaduh menyikapi keputusan itu. Sebab, sifatnya hanya sementara sampai tren penambahan kasus baru melandai. ‘’Tiga hari kami evaluasi perkembangannya. Kalau kasusnya menurun kami hidupkan kembali. Tapi, kalau naik, tunggu kebijakan selanjutnya,’’ ujarnya. (her/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button