Ponorogo

Sepekan Beroperasi, Banyak Pedagang Pasar Legi Belum Dapat Pelaris

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Sepekan beroperasi, geliat transaksi di Pasar Legi Ponorogo belum begitu terlihat. Sejumlah pedagang mengeluhkan sepinya pengunjung. Lastri, penjual meracang yang menghuni kios di lantai dua, mengaku belum sekalipun mendapat pelaris. Pengunjung yang datang sekadar lewat. ‘’Lokasi kios saya jauh dari tangga (eskalator, Red) soalnya,’’ kata Lastri, Senin (9/8).

Pedagang berusia 50 tahun itu merasa lokasi kiosnya kurang strategis. Berbeda saat dirinya berjualan di pasar penampungan. Sekat-sekat bangunan di Sarlegi –sebutan Pasar Legi– membuat kios Lastri sedikit tersembunyi. Apalagi, sebagian pedagang sayuran di lantai satu pasar yang pembangunannya menelan anggaran Rp 133 miliar itu juga menyediakan bumbu dapur. ‘’Mohon perhatian pengelola pasar, saya ini sudah mengalami dua kali kebakaran,’’ harap Lastri.

Senasib dengan Simpen, pemilik kios empon-empon yang letaknya bersebelahan dengan kios Lastri. Nenek 90 tahun itu datang ke Sarlegi seolah hanya untuk membuka dan menutup rolling door. Belum ada satu pun pembeli datang bertransaksi. Simpen berangkat dan pulang diantar oleh anaknya. ‘’Pelanggan saya selama ini entah ke mana,’’ tanya Simpen penuh tanya.

Beda dengan yang diungkapkan Sri Utami, pedagang konveksi di lantai empat Pasar Legi. Kendati kiosnya belum ramai pengunjung, perempuan 56 tahun itu optimistis rezeki pasti datang. Selama sepekan, Sri Utami masih sibuk menata barang dagangan di kios. Pengunjung yang datang sekadar melihat-lihat dan belum tertarik membeli. ‘’Saya harus babat pasar lagi,’’ katanya. (mg7/c1/hw/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button