Ponorogo

Sepanjang April, 100 Nyawa Warga Ponorogo Terenggut Korona

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kasus kematian di Ponorogo akibat Covid-19 meningkat. Selama April tercatat 100 nyawa melayang karena terenggut korona. ‘’Besar kemungkinan ada yang salah dengan pemahaman masyarakat menyikapi pelonggaran. Perlu sosialisasi dan edukasi terus-menerus. Akhir-akhir ini banyak yang abai dengan prokes (protokol kesehatan, Red),’’ kata Wakil Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno, Sabtu (1/5).

Kang Wi –sapaan Dwi Agus Prayitno– meyakini data-data Covid-19 di Ponorogo sudah melebihi angka toleransi. Berkaca badai virus korona di India, ledakan kasus terjadi bersamaan munculnya kerumunan massa yang mengabaikan prokes. Dia berharap pemkab cermat mengantisipasi aktivitas masyarakatnya yang meningkat akhir-akhir ini. ‘’Jalanan mulai padat kendaraan yang menandakan mobilitas masyarakat meningkat,’’ ungkapnya.

Kang Wi bertanya-tanya nasib pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Menilik masyarakat yang longgar beraktivitas membuktikan kebijakan itu tidak berjalan maksimal. Dia mengkhawatirkan munculnya klaster Lebaran jika pemkab tidak segera bersikap. ‘’Sinyal bahaya mulai muncul, segera ambil sikap sebelum terjadi kemungkinan terburuk. Sesal kemudian tiada guna,’’ ucapnya. (mg4/c1/hw)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button