Ponorogo

Seorang Warga Meninggal Diduga Positif Covid-19, Desa Panjeng Dikunci Sementara

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Pemerintah Desa Panjeng, Jenangan, Ponorogo, memberlakukan lockdown skala desa mulai Minggu (5/7). Menyusul seorang jenazah warganya yang diduga positif Covid-19 telanjur dimakamkan tidak sesuai prosedur. Pun istri almarhum terkonfirmasi positif. ‘’Istilahnya lockdown bagi seluruh warga Panjeng,’’ kata Kades Panjeng Arif Zuniarto Minggu (5/7).

Selasa lalu (30/6), seorang warga setempat meninggal dunia dengan diagnosis sakit jantung. Sebelumnya sempat dirawat di Puskesmas Jenangan dan RSU Darmayu. Namun, jenazahnya dimakamkan dengan cara biasa. Keesokan harinya, ada warga yang melapor ke satgas. Dicurigai, almarhum kerap keluar kota. ‘’Setelah diuji swab, istri almarhum positif Covid-19 per Jumat lalu (3/7),’’ ungkapnya.

Arif pun langsung memerintahkan seluruh kepala dusun untuk mendata warganya yang berkontak dengan almarhum dan istrinya itu. Pun warga yang takziah juga dilacak seluruhnya. ‘’Sementara terlacak 19 orang. Termasuk keluarga dekat dan modin, serta warga yang takziah dan kontak langsung dengan keluarga almarhum,’’ bebernya.

Usai pelacakan, empat orang diminta isolasi di tempat yang disediakan desa. Sementara keluarga almarhum isolasi mandiri di rumah. Khusus istri almarhum menjalani isolasi di rumah sakit. Sejatinya, lanjut Arif,  satgas telah berupaya membatasi warga untuk tidak takziah.

Namun, lantaran sudah telanjur, kebijakan kunci sementara (kuntara) dinilai yang terbaik agar potensi penyebaran tidak semakin meluas. ‘’Pemasangan kembali portal ini untuk membatasi warga Panjeng agar tidak keluar desa, dan sebaliknya warga luar tidak masuk desa kami,’’ tegas Arif. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close