Madiun

Seorang Pemancing Hilang di Waduk Widas

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Teknik mancing yang dipraktikkan Yogi Novan Efendi berujung petaka. Pemuda 23 tahun itu hilang di Waduk Bening alias Widas, Desa Pajaran, Saradan, sekitar pukul 15.00 Kamis (29/4). Hingga tadi malam keberadaan Yogi belum jelas. ‘’Yang bersangkutan memancing dengan cara berendam di air. Kebanyakan pemancing di waduk ini seperti itu,’’ kata Kapolsek Saradan AKP Agung Abadi.

Petugas gabungan dari badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), TNI, dan Polri, serta sejumlah relawan berusaha melakukan pencarian. Diduga kuat Yogi tewas tenggelam. Sebab, pemuda asal Desa Gempol, Rejoso, Nganjuk, itu sempat berteriak minta tolong sebelum hilang. Teriakan itu sempat didengar teman memancing korban di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). ‘’Sampai pukul 20.30 ini pencarian terus dilakukan. Tapi masih nihil,’’ ungkap Agung via telepon.

Dia menyampaikan, pencarian akan dilanjutkan sampai tengah malam. Namun, jika kondisi tidak memungkinkan akan dihentikan. Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan dan tetap memperhatikan keselamatan petugas. ‘’Kalau memang tidak memungkinkan, pencarian akan dilanjutkan besok (hari ini, Red),’’ ujar Agung.

Yogi bersama Jamari, temannya, memancing ke Waduk Widas. Keduanya masuk kawasan waduk tidak melalui pintu utama. Melainkan jalan setapak di kawasan hutan. Keduanya memancing dengan teknik nyobok atau berendam ke dalam air setingga dada.

Tiba-tiba Jamari mendengar teriakan minta tolong. Lantas, Yogi menghilang. ‘’Kemungkinan yang bersangkutan tidak bisa berenang. Sementara jarak dengan temannya sekitar 100 meter,’’ sebut Agung sembari menambahkan barang bukti sementara yang diamankan adalah peranti mancing milik korban. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button