Pacitan

Seorang PDP Asal Pacitan Meninggal Dunia

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Kasus meninggal karena Covid-19 di Pacitan pecah telur. Adalah warga Desa/Kecamatan Ngadirojo yang menjadi korban pertamanya. Setelah hasil swab test pria 50 tahun tersebut diketahui Senin (22/6). ‘’Yang bersangkutan sudah meninggal pada Sabtu lalu (20/6). Tapi, hasil swab-nya baru keluar hari ini (Minggu, Red),’’ kata Ketua Tim Gugus Tugas Penanggulangan (TGTP) Covid-19 Pacitan Indartato di pendapa pemkab kemarin.

Statusnya saat meninggal adalah pasien dalam pengawasan (PDP). Dia dirawat setelah mengalami gejala batuk dan sesak napas. Saat dirontgen, ditemukan pneumonia bilateral yang mengarah pada Covid-19. Kemudian dilakukan swab test. Dari hasil penelusuran, pasien mempunyai riwayat perjalanan dari Surabaya. Beberapa orang yang diduga pernah melakukan kontak fisik langsung di-swab.

Selain PDP asal Ngadirojo yang sudah meninggal, ada satu pasien lainnya yang saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD dr Darsono juga dinyatakan positif Covid-19. Pasien merupakan ayah dari seorang santri Temboro. Dia berasal dari Desa Menadi, Kecamatan Pacitan.

Berdasarkan tracing dinas kesehatan (dinkes), yang bersangkutan diduga tertular ketika menjemput anaknya sepulang dari pondok pesantren (ponpes) di
Magetan tersebut beberapa waktu lalu.

Indartato menjelaskan, hasil pemeriksaan swab pertama pasien sempat dinyatakan negatif. Setelah itu tim medis kembali melakukan swab test lanjutan untuk memastikan ulang. ‘’Hasil swab kedua positif. Jadi, hari ini (kemarin, Red) ada tambahan dua kasus positif Covid-19,’’ terang bupati Pacitan itu.

Sebagai tindak lanjut, TGTP langsung melakukan tracing ulang terhadap dua kasus tersebut. Proses itu sengaja ditempuh karena rentang waktu pelaksanaan swab pertama dan kedua untuk pasien dari Desa Menadi, Kecamatan Pacitan, tersebut cukup jauh. ‘’Selama ini yang bersangkutan sudah menjalankan karantina mandiri. Selanjutnya keluarga pasien akan kami lakukan rapid test,’’ terang Jubir TGTP Covid-19 Pacitan Rahmad Dwiyanto.

Di sisi lain, pasien asal Desa Ngromo, Kecamatan Nawangan, akhirnya dinyatakan sembuh dari Covid-19 kemarin. Pasien ke-13 itu sempat menjalani isolasi di wisma atlet sejak 6 Juni lalu. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close