Ponorogo

Seorang Pasien Positif Korona asal Mlarak Meninggal Dunia

Santri Gontor Dirujuk ke Surabaya

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kasus Covid-19 di Ponorogo terus berkembang.  Pemkab setempat gencar melakukan tracing (pelacakan), testing (pengujian), dan penanganan. Sebelas santri dari Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) 2 yang positif dipindah ke RS Darurat Indrapura Surabaya.

Keputusan pemindahan tersebut diambil berdasar kesepakatan satgas penanggulangan Covid-19, PMDG, dan berbagai pihak. ‘’Ini atas kesepakatan pimpinan PMDG, bupati, gubernur, kapolda, serta pangdam,’’ kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni Senin (13/7).

Hingga kemarin, tidak ada tambahan kasus baru dari lingkungan PMDG. Pun dari kampus 2 di Madusari, Siman, tempat semua kasus positif bermula. Sejak pekan lalu, ratusan santri bergiliran rapid test. Sembilan santri reaktif rapid test Jumat (10/7), kemarin sudah tes swab. ‘’Hasilnya masih menunggu,’’ ujarnya.

Per kemarin, kumulatif ada 81 kasus positif Covid-19 di Ponorogo. Perinciannya, 33 orang sembuh, 43 orang diisolasi di rumah sakit atau selter, 2 isolasi mandiri, dan 3 meninggal dunia. Pasien positif meninggal bertambah pada Minggu (12/7). Yakni, pasien nomor 77 asal Joresan, Mlarak. ‘’Anak perempuannya masih dirawat di RS. Sedangkan anak laki-lakinya masih menunggu hasil tes polymerase chain reaction (PCR),’’ beber bupati.

Sementara itu, portal Desa Panjeng dan Patihan Kidul juga dibuka kembali kemarin. Sekaligus mengakhiri lockdown lokal di kedua desa tersebut. Di Panjeng, Ipong menyebut 45 orang di-swab. Hasilnya, 3 orang positif, akhir pekan lalu. Mereka pasien nomor 71, 72, dan 73. Sementara di Patihan Kidul, dari 24 orang yang di-swab, 3 positif. Yakni, pasien nomor 74, 75, dan 76. ‘’Semoga lainnya negatif,’’ harap Ipong. (naz/c1/sat)

Tak Kuasa Tolak Tawaran Pemprov

PIHAK PMDG 2 setuju 11 santrinya dirawat di RS Darurat Indrapura Surabaya. Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 PMDG Mohammad Adib Fuadi Nuriz mengapresiasi dukungan dari Pemprov Jatim. ‘’Kami sudah dikunjungi Forkopimda Jatim, dan diberi bantuan. Jadi, penawaran itu (pemindahan santri, Red) tidak bisa kami tolak,’’ kata Adib Senin (13/7).

Pihaknya sudah cukup tenang 11 santri dirawat di RSUD dr Harjono Ponorogo. Dekat ponpes, pun fasilitasnya sudah baik. Namun, Adib sulit mengabaikan tawaran pemprov. ‘’Mereka menawari, pemprov telah menyiapkan rumah sakit darurat. Kami terima. Harapannya anak-anak dapat tertangani dengan baik,’’ ujarnya.

Sebelas santri itu kemarin langsung ditempatkan di bangsal perawatan RS Darurat. Pihak ponpes membekali para santri dengan gawai agar bisa berkomunikasi dengan keluarga dan pengajar di PMDG. ‘’Tim satgas dari Gontor juga kami kirim untuk memantau. Kami juga koordinasi dengan Satgas Penanggulangan Covid-19 Ponorogo,’’ jelasnya.

Dari komunikasi dengan para santri, Adib menyebut mereka semua sehat dan senang. Para santri juga ikut senam di RS Darurat. Para pengajar pun diminta berkomunikasi intens untuk membuat santri aman, nyaman, dan senang. ‘’Kami terus berusaha memotivasi mereka. Selama mengikuti protokol pencegahan Covid-19, menaati anjuran petugas, insya Allah di sana nyaman,’’ ucapnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close