Ponorogo

Sensasi Pedas Rica-Rica Menthok Olahan Winarti

Belum lebaran rasanya kalau belum mencecap pedasnya rica-rica menthok Dasun, Sampung. Pameo itu populer di kalangan warga Ponorogo. Cukup dirindukan pula bagi warga yang tinggal di perantauan.

——————

WAJAH memerah dan berkeringat terlihat jelas dari ekspresi pengunjung warung di Jalan Raya Sampung itu. Tak satu-dua yang sampai minta nambah rica-rica agar sensasi rasa di lidah tak lekas hilang. Rata-rata pengunjung duduk berkelompok dengan keluarga maupun kolega. Winarti terlihat telaten meladeni piring demi piring pesanan pengunjung. Dibantu empat pekerja di depan dan puluhan pekerja di dapur. Halaman belakang rumah yang luas dijadikan dapur. Di sudut selatan, beberapa pekerja sibuk mbeteti bulu menthok yang baru disembelih. Semua prosesi dikerjakan manual. Serambi hingga ruang tengah dipenuhi sayuran. Mulai bawang merah, bawang putih, mentimun, jahe, hingga garam. ‘’Untuk meracik bumbu, saya sendiri,’’ kata Winarti.

Bisnis kuliner ini memang berangkat dari hobi memasak Winarti. Semula, si pemilik warung legendaris itu sukarela antar masakan ke tetangga. Mendapat sambutan hangat, dia pun membulatkan tekad membuka warung rica-rica. Warung yang dia dirikan semula hanya 4×6 meter dan berdinding anyaman bambu (gedek). Pun, di masa awal itu dia hanya menyediakan satu ekor saja. Makin ke sini, semakin ramai. Sehingga menthok yang disediakan semakin bertambah banyak. ‘’Alhamdulillah banyak yang suka,’’ lanjutnya.

Setelah empat tahun, Winarti berhasil menyulap warung sederhananya menjadi rumah makan modern. Saat ini tak kurang dari 50 ekor yang disembelih setiap hari. Soal rasa, Winarti menyiapkan varian level sesuai selera pelanggannya. Dari yang ekstra sampai tidak pedas sama sekali. ‘’Pengunjung bisa meningkat tiga kali lipat saat lebaran. Katanya belum lebaran kalau belum mampir ke warung ini,’’ tutur nenek tiga cucu itu.

Resep rahasia racikan Winarti diturunkan kepada ketiga anaknya. Mereka dipercaya mendirikan cabang di daerah setempat. Mulai Kalimalang, Balong, dan Condong. Varian menu rica-rica yang paling diminati memang ekstra pedas. Selalu bikin ketagihan lidah pelanggan. ‘’Sekarang sudah tua, biar anak-anaknya yang meneruskan,’’ pungkasnya. *** (nur wachid/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button