Madiun

Senin-Jumat ASG, Sabtu-Minggu Wisata

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Mimpi Pemkot Madiun mengoneksikan destinasi wisata segera terwujud. Itu setelah tender pengadaan tiga armada bus wisata gratis senilai Rp 2,37 miliar telah ditemukan pemenangnya. Pemenang wajib mendatangkan armada sebelum target beroperasi Juni mendatang.

Merujuk laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Madiun, tender pengadaan bus yang dibuat 6 Februari lalu dengan nomor registrasi 2686164 itu dimenangkan PT Astra International asal Sidoarjo. Harga penawaran sama dengan harga terkoreksi yakni Rp 2,20 miliar. ‘’Iya betul. Nama paket pengadaan bus sekolah dan bus wisata. Tapi, kami belum dapat informasi pemenangnya,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun Ansar Rasidi.

Ansar menyebut, tiga armada bus itu bakal dimanfaatkan transportasi wisata gratis. Dioperasionalkan di setiap weekend (Sabtu-Minggu). Sementara Senin-Jumat dioperasionalkan untuk angkutan sekolah gratis (ASG). ‘’Terkait rute dan lain sebagainya masih dalam kajian,’’ ujar Ansar.

Dia menjelaskan, armada itu untuk mengoneksikan seluruh destinasi wisata. Baik yang sudah ada maupun masih dalam proses penataan. Dengan demikian, diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi. ‘’Arahnya nanti semua wisata baik religi, kuliner, maupun sejarah dan budaya,’’ tuturnya.

Ansar pun membeberkan, beberapa wisata religi seperti Makam Kuncen, Taman, dan lainnya layak menjadi jujukan. Juga, wisata sejarah dan budaya seperti kantor balai kota, bakorwil, rumah Kapiten China, serta bangunan cagar budaya lainnya. Adapun wisata kuliner meliputi Sunday Market, Sumber Umis, dan Rimba Darma yang masih proses penataan, serta Pasar Seni di Perintis Kemerdekaan tembus Jalan Kalimantan. ‘’Destinasi wisata mana saja, rutenya seperti apa, itu yang saat ini masih perlu dikaji bersama elemen terkait,’’ terangnya.

Ditargetkan, kajian selesai Mei mendatang. Sehingga armada wisata itu dapat dioperasionalkan per Juni tahun ini. Beberapa OPD yang turut serta dalam kajian itu yakni badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda); dinas pendidikan (dindik); dinas kebudayaan, pariwisata, pemuda, dan olahraga (disbudparpora); serta forum lalu lintas dan angkutan jalan (FLLAJ). ‘’Ada beberapa fungsi yang menjadi pertimbangan dalam kajian itu,’’ sambungnya.

Beberapa fungsi yang perlu dipertimbangkan meliputi ekonomi, historis dan budaya, serta efisiensi akses transportasi. Sehingga nantinya operasional bus wisata gratis tidak mengganggu akses transportasi yang dilewati. ‘’Semua akan dikaji, nilai sejarah juga dibangkitkan sehingga masyarakat memahami historis Kota Madiun. Dari wisata itu akan terungkap,’’ jelasnya.

Bus wisata gratis itu dapat dimanfaatkan pengunjung baik dari kota setempat maupun luar kota. Rencananya dioperasionalkan enam personel terdiri dari sopir dan asisten sopir. Pun, didesain berbeda dengan tiga armada bus ASG sebelumnya. ‘’Lain ya, karena memang ini didesain untuk pengunjung wisata juga,’’ katanya.

Bus didesain dengan kursi menghadap ke depan. Agar penumpang dapat menikmati pemandangan dari jendela di sampingnya. Berbeda dengan bus ASG yang didesain dengan kursi saling berhadapan. Kapasitas satu bus diperkirakan dapat menampung 25 penumpang. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button