NasionalNgawi

Seniman Ngawi: Didi Kempot Sosok Rendah Hati, Tidak Gila Materi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kepergian Dionisius Prasetyo atau lebih dikenal dengan Didi Kempot untuk selamanya membuat kalangan seniman Ngawi merasa kehilangan. Pasalnya, berkat Didi Kempot musik campursari kini diminati semua kalangan.

Ketua Paguyuban Seniman Ngawi Ahmad Wijayanto mengatakan, campursari dulu hanya dinimati kalangan tertentu. Terutama golongan ningrat dan orang-orang tua. Namun, lagu-lagu Didi Kempot yang dikemas lebih kekinian mampu mengubah segalanya. ‘’Sebelumnya musik campursari identik dengan tembang-tembang Jawa seperti yang dipopulerkan (almarhum) Pak Manthous,’’ ujar Ahmad Selasa (5/5).

Wida –sapaan akrab Ahmad Wijayanto- mengatakan, Didi Kempot merupakan sosok penting di balik popularitas sejumlah seniman lokal Ngawi. Termasuk beberapa pencipta lagu daerah setempat. ‘’Ada lagu-lagu bagus milik rekan-rekan kami yang menjadi populer setelah dinyanyikan beliau (Didi Kempot, Red),’’ tuturnya.

Didi Kempot, lanjut Wida, juga merupakan sosok seniman yang rendah hati. Mulai gaya berbusananya sehari-hari hingga sikapnya terhadap seniman lain. ‘’Walaupun namanya sudah terkenal, ke mana-mana tanpa pengawal. Orangnya juga sangat terbuka dengan seniman-seniman kecil,’’ ungkapnya sembari menyebut sang maestro juga kerap menyelipkan nama Ngawi dalam beberapa karyanya.

Menurut dia, Didi Kempot juga bukan seniman yang gila materi. Itu dibuktikan dengan sikapnya yang tidak pernah menuntut royalti atas lagu-lagunya yang di-cover penyanyi lain. ‘’Tidak pernah mempermasalahkan masalah pendapatan jika lagunya dibawakan orang lain,’’ ujarnya.

Wida menambahkan, saat ini banyak seniman muda yang terinspirasi sukses Didi Kempot menjadi penyanyi idola berbagai generasi. ‘’Lagu-lagunya tidak pernah lekang dimakan zaman,’’ pungkasnya. (mg1/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close