features

Seniman Lukis Arif Agustiyanto Tetap Berkarya di Masa Pandemi

Pandemi korona tak kunjung mereda. Namun, Arif Agustiyanto berusaha tetap berkarya. Terbaru, pria 41 tahun itu memoles tembok pagar sebuah sekolah dengan lukisan bernuansa pemandangan alam.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

LUKISAN bernuansa pemandangan alam pada tembok pagar sebuah sekolah itu belum cukup kering catnya. Tidak jauh dari situ, Arif Agustiyanto tampak berdiri sambil memegang kuas. Ekspresinya serius, mengamati dengan detail bagian yang butuh sedikit polesan lagi.

Wajahnya baru mencair saat lukisan berhasil dituntaskannya. ‘’Totalnya, panjang 9 meter dan lebar 4 meter. Pengerjaan dari awal sampai selesai makan waktu dua minggu,’’ kata Ghopex, sapaan akrab Arif Agustiyanto.

Ghopex akrab dengan peralatan menggambar sejak duduk di bangku SMP. Awalnya sekadar iseng melukis kaligrafi dengan spidol. Dia baru menyadari memiliki potensi sebagai pelukis usai memenangi lomba kaligrafi tingkat daerah, berlanjut provinsi.

Pria yang kini berusia 41 tahun itu juga sempat memenangi sebuah event independen kreatif di Bandung. ‘’Dari situ saya lantas coba menjajal berbagai jenis dan media lukisan lainnya seperti kanvas, dinding, sampai bodi kendaraan,’’ bebernya.

Selama ini Ghopex telah menghasilkan lebih dari 300 karya lukis. Mayoritas telah terjual ke tangan penggemar lukisan di dalam maupun luar daerah seperti Trenggalek, Sidoarjo, dan Jakarta. Bahkan, luar pulau hingga luar negeri. ‘’Soal harga tergantung tingkat kerumitan pembuatannya,’’ kata Ghopex.

Saat ini Ghopex lebih fokus pada lukisan dinding lantaran peminat lukisan kanvas semakin berkurang. Pun, selama pandemi korona dia lebih banyak menerima job jenis itu. ‘’Bisa dibilang sekarang mural sedang ngetren,’’ ujarnya. ”Memang melukis di dinding lebih sulit,” imbuh warga Kelurahan Banjarejo, Taman, itu. * (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button