Madiun

Senam Dahlan Iskan Getarkan Taman Bantaran

Momen Spesial Peluncuran Jaminan Sosial Pekerja Informal

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun ­­– Ratusan emak-emak larut dalam Senam Dahlan Iskan di Bpjamsostek Fun Day 2019 in Peceland di Taman Bantaran Lalu Lintas Kali Madiun Minggu (22/12).

Emak-emak cukup antusias mengikuti setiap gerakan yang langsung dipimpin Dahlan Iskan tersebut. Meskipun gerak yang diperagakan cukup rancak dan beragam. ‘’Saya sendiri baru menguasai dan hafal gerakannya setelah enam bulan. Pokoknya gerak dulu,’’ kata Dahlan Iskan membuka acara.

Dahlan Iskan menguasai total gerakan senam berisikan 150 lagu tersebut. Sementara yang dibawakan pada event prestisius kemarin sekitar 20-an lagu. Tidak hanya pengunjung di depan panggung, seluruh pengunjung di taman turut bersenam ria. ‘’Ikuti saja. Pokoknya gerak dulu,’’ ujarnya.

Dalam kesempatan itu, BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemkot Madiun meluncurkan jaminan sosial bagi tenaga kerja sektor informal. Satu-satunya program yang baru di-launching di Jawa Timur itu dipungkasi penyerahan jaminan kematian (JKM) dan jaminan hari tua (JHT) kepada tiga warga. Masing-masing nilainya Rp 28,1 juta, Rp 30,1 juta, dan Rp 40,5 juta. Serta santunan kematian senilai Rp 24 juta. ‘’Ada empat program yang kami laksanakan. Yakni, JKM, JHT, jaminan kecelakaan kerja (JKK), serta jaminan pensiun,’’ kata Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Madiun Tito Hartono.

Bertepatan momen hari ibu kemarin, puluhan emak-emak juga diberi kesempatan unjuk gigi lewat fashion show. Tema yang diusung Peceland. Berlanjut lomba mewarnai yang diikuti siswa PUAD-TK. ‘’Semoga program yang kami luncurkan bersama pemkot ini menstimulus daerah lain terutama di Madiun Raya,’’ tuturnya.

Jaminan sosial bagi tenaga kerja sektor informal ini memberikan perlindungan kepada pekerja tidak tetap. Sebab, perlindungan di sektor itu selama ini masih terbilang rendah. Kini, Kota Madiun menjadi pelopor pertama di Jawa Timur. Sedikitnya ada 56 pekerjaan yang terjamin dalam program itu. ‘’Terima kasih kepada pemkot yang menyisihkan APBD 2020 untuk program ini,’’ ucap Tito.

Warga yang ter-cover dalam program itu mencapai 8.333 peserta. Besaran premi yang ditanggung pemkot Rp 16.800 per bulan untuk satu peserta. Perinciannya, Rp 10 ribu untuk JKK dan Rp 6.800 untuk JKM. Total anggaran yang disiapkan pemkot mencapai Rp 1 miliar. ‘’Dalam program ini ada dua jaminan, yaitu JKM dan JKK,’’ sebutnya.

Variasi besaran jaminan bergantung jenis penyebab. Jika meninggal disebabkan bukan dari kecelakaan kerja, JKM sebesar Rp 42 juta. Meninggal karena kecelakaan kerja Rp 48 juta. Serta klaim unlimited untuk biaya perawatan yang disebabkan kecelakaan kerja. ‘’Jika memiliki anak akan diberikan beasiswa total Rp 174 juta untuk dua anak. Mulai jenjang TK sampai S-1,’’ urainya.

Program itu resmi dicanangkan awal 2020 mendatang. Program ini pun mendapat apresiasi khusus dari Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Dodo Suharto. Sebab, dari 36 cabang di Jatim, baru di Kota Madiun yang menggagasnya.

Wali Kota Madiun Maidi menambahkan, langkah itu ditujukan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Khusus pekerja informal yang mayoritas memiliki risiko kecelakaan kerja lebih besar. ‘’Pengobatan untuk kecelakaan kerja habis berapa pun akan dicukupi, unlimited. Berbahagialah menjadi warga Kota Madiun,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button