Ngawi

Semiliar untuk Insentif Nakes

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kantong tenaga kesehatan (nakes) selama pandemi Covid-19 dipastikan semakin tebal. Meski hal itu tetap saja tidak sebanding dengan risiko yang harus mereka hadapi. Pun, RSUD dr Soeroto Ngawi sejauh ini telah mengeluarkan duit sekitar Rp 1,02 miliar untuk insentif para nakes yang menangani pasien korona.

Direktur RSUD dr Soeroto dr Agus Priyambodo mengatakan, pemberian insentif nakes itu didasarkan pada keputusan Menteri Keuangan terbaru. ‘’Besaran insentif untuk masing-masing berbeda, tergantung jabatannya,’’ ujarnya Minggu (25/10).

Dia memerinci, dokter spesialis mendapat insentif per bulan maksimal Rp 15 juta. Sedangkan dokter umum sebesar Rp 10 juta dan perawat Rp 7,5 juta. Sementara, nakes lainnya seperti apoteker dan petugas laboratorium memperoleh Rp 5 juta. ‘’Semakin intens bersinggungan dengan pasien Covid-19 insentifnya juga semakin banyak,’’ jelasnya.

Ditanya total nakes di RSUD yang mendapatkan insentif, Agus mengakui tidak mengetahui jumlah pastinya. Seingat dia, untuk dokter spesialis fluktuatif, tergantung kondisi pasien Covid-19. ‘’Kalau pasien punya penyakit penyerta darah tinggi, berarti butuh dokter spesialis yang menangani penyakit tersebut. Begitu seterusnya,’’ papar Agus.

Dia menambahkan, dana insentif itu diberikan sejak RSUD dr Soeroto menjadi rumah sakit rujukan pasien Covid-19. ‘’Anggarannya diambilkan dari BOK (bantuan operasional kesehatan, Red) di dinkes,’’ ujarnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button