Madiun

Semester I 2021, Serapan Anggaran Pemkot Madiun Baru 38,51 Persen

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Organisasi perangkat daerah (OPD) harus buru-buru menyerap pos anggaran yang telah ditetapkan. Pasalnya, dari total APBD 1,2 triliun, anggaran yang terserap baru menyentuh angka Rp 483 miliar atau 38,51 persen. Sementara, tahun anggaran tinggal menyisakan lima bulan.

Wali Kota Madiun Maidi tidak menampik grafik serapan anggaran OPD cenderung tidak seragam. Ada yang sudah mencapai angka 60 persen ke atas. Namun, tidak sedikit yang masih di bawah 20 persen. ‘’Evaluasi OPD sudah saya cek, serapan anggarannya berapa, kurangnya apa, kenapa tidak bisa dilakukan,’’ kata Maidi, Kamis (12/8).

Dia mengungkapkan, anggaran yang belum terserap mayoritas seputar kegiatan yang berkaitan pengerahan massa seperti mendatangkan artis, tokoh agama, serta peringatan hari besar. Pandemi Covid-19 mengakibatkan kegiatan tersebut gagal direalisasikan. ‘’Kalau tidak bisa dilakukan, nanti akan diubah. Atau, kalau tidak bisa diubah, dialihkan. Tapi, tetap sesuai perencanaan sebelumnya,’’ paparnya.

Dari total 28 OPD di lingkup pemkot, inspektorat menjadi instansi yang paling cepat merealisasikan anggaran. Pagu anggaran Rp 8,9 miliar terealisasi Rp 5,5 miliar atau 61,7 persen. Sedangkan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) menduduki ranking paling bawah alias serapan anggarannya terendah. Dari pagu anggaran Rp 114,2 miliar, baru terealisasi Rp 20,6 miliar atau 18,11 persen. (kid/c1/isd/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button