features

Semerbak Sansevieria di Taman Alfia

Merawat tanaman butuh ketelatenan. Alfia Sholihah sukses mengembangkan tanaman hias mulai syngonium hingga standleyana variegata.

FATIHAH IBNU FIQRI, Jawa Pos Radar Magetan

TERAS rumah di Blok F Nomor 18 KPR Magetan Indah itu tampil beda dari deretan unit lainnya. Dari kejauhan sudah terlihat jajaran tanaman hias yang tengah booming belakangan ini. Mulai dari keladi, sansevieria, monstera, sirih gading, dan masih banyak jenis lainnya. Di atasnya terdapat anggrek yang tak sebanyak tanaman-tanaman hias biasa. Tanaman kekinian itu ditata sedemikian rupa dalam pot-pot putih sesuai dengan warna daunnya.

Alfia, si empu rumah, selalu mengecek seluruh tanaman setiap saat. Musim penghujan tanaman hias rentan diganggu siput, serangga, cacing, hingga kucing. Tanaman bisa mati jika kena air kencing kucing, bahkan daun bisa habis dimakan serangga dan siput. Terlebih, adanya cacing dalam tanah di pot juga bisa membuat tanaman jadi tidak hijau. ”Media tanamnya harus sering diperhatikan. Sebulan sekali tanahnya harus diganti,” kata perempuan 33 tahun itu, Minggu (6/6).

Sejak 2018 Alfia sudah belajar tentang tanaman hias. Tanaman pertama yang dia pelajari adalah king monstera. Kala itu harganya tak sampai Rp 50 ribu. Semula Alfia hanya mempelajari cara perawatan. Setelah tanamannya berangsur banyak, barulah dirinya menyeriusi budi daya. ”Saat itu monstera belum booming, tapi saya sudah merawat di halaman,” ujarnya.

Bahkan, Alfia sempat membagi-bagikan ke tetangga dan kawannya. Dia pun rela menyumbangkan tanamannya ke salah satu temannya yang membuka kafe di Kota Madiun. Namun, berakhir dibeli dengan sangat murah. Kala itu Alfia mematok harga murah karena modalnya tidak terlalu besar. Pun, kabar murahnya tanaman miliknya sampai ke telinga penjual bunga di Tawangmangu. ”Tiga mobil pikap, diambil semua. Saat itu saya dapat rezeki nomplok. Uang hasil penjualannya saya putar lagi untuk coba budi daya tanaman hias lain,” terangnya.

Dari situlah Alfia mulai mengembangkan berbagai jenis tanaman lainnya. Mulai dari sirih-sirihan, keluarga monstera, hingga keluarga senthe. Alfia semakin hafal dan cakap membedakan mana tanaman yang layak jual dan mana yang bisa ditemui di pinggir sungai atau kebun. Ada corak dan bentuk tertentu dari daunnya yang membedakan setiap tanaman. ”Ada yang satu pot harganya sampai puluhan juta. Budi dayanya juga sulit,” ungkapnya.

Kini yang cukup diminati adalah standleyana varigata yellow dan syngonium. Baik warna kuning maupun merah muda. Penamaannya pun tergantung dari warna daun yang cenderung kuning dan merah muda tersebut. Ada juga tumbuhan jacklin yang kini termasuk varian baru karena baru ditemukan di hutan Sulawesi. ”Harganya yang masih kecil seratus ribuan,” sebutnya.

Selain itu, ada jenis-jenis lain yang harganya bisa jutaan rupiah. Bahkan, jenis yang tergolong biasa pun bisa mahal. Namun, Alfia tak berani pasang harga tinggi. Semua disesuaikan dengan modalnya. Mulai dari pembibitan sampai perawatannya. ”Saya tetap patok harga yang wajar dan standar. Kalau di tempat lain Rp 1 jutaan, saya hanya patok sekitar Rp 400 ribuan,” katanya. *(fin/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button