Advertorial

Sembilan SD dan Tiga SMP Negeri di Kota Madiun Buka PPDB Lebih Awal

Calon Siswa dari Luar Daerah Boleh Daftar

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Anak-anak dari luar daerah berkesempatan menimba ilmu di Kota Madiun. Sembilan SDN dan tiga SMPN disiapkan untuk menampung mereka. Meliputi SDN 02 Taman, Kejuron, 02 Winongo, 02 Kartoharjo, 03 Kartoharjo, 02 Rejomulyo, Sukosari, 01 Kanigoro, dan 01 Pangongangan. Kemudian SMPN 9, 12, dan 14.

Sejumlah sekolah itu diberi prioritas untuk membuka pendaftaran peserta didik baru (PPDB) lebih awal dibanding sekolah lain. Terutama untuk PPDB jalur zonasi siswa luar daerah secara offline. Hanya kuotanya dibatasi. Maksimal 30 persen dari pagu sekolah. ‘’Itu berdasarkan tindak lanjut evaluasi PPDB tahun lalu,’’ kata Kepala Bidang Kurikulum, Pembinaan Bahasa dan Sastra Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Slamet Hariyadi, Selasa (25/5).

PPDB jalur zonasi offline bagi siswa luar Kota Madiun dibuka 8–10 Juni mendatang. Sementara untuk sekolah lain pendaftaran tahap I mulai 15–17 Juni. Sedangkan tahap II 22–24 Juni. ‘’Ini pendaftaran online, sembilan SDN dan tiga SMPN yang buka pendaftaran lebih dulu juga buka online lagi seperti jadwal sekolah lain,’’ jelasnya.

Hasil evaluasi PPDB tahun lalu, pihaknya mendapati fakta siswa luar kota yang mendaftar di sekolah tersebut melalui jalur zonasi tahun lalu memilih mundur. Sebab khawatir kalah bersaing dengan siswa asli Kota Madiun yang jarak zonasinya lebih dekat. ‘’Ini bentuk layanan kami untuk masyarakat daerah sekitar,’’ ungkapnya.

Hariyadi memastikan kualitas 12 sekolah itu tidak kalah dengan sekolah lain. Dari perspektif penjaminan mutu, capaian di sekolah tersebut sama dengan sekolah lain. Yakni, tercapai poin 5-6 dari total 8 poin target penjaminan mutu nasional. Pun tiga SMPN tersebut berpredikat adiwiyata mandiri. ‘’Bahkan SMPN lain baru nasional, belum mandiri. Adiwiyata mandiri itu dapat melakukan pembinaan ke sekolah yang belum mendapat predikat mandiri,’’ paparnya.

Seluruh ketentuan itu ditetapkan dalam Peraturan Wali (Perwal) Kota Madiun 24/2021 tentang Pedoman Pelaksanaan PPDB pada TK, SDN, dan SMPN di Kota Madiun. Aturan main itu telah dilayangkan Senin (24/5). ‘’Sudah kami sampaikan ke seluruh kepala sekolah,’’ tuturnya.

Hariyadi menambahkan, aturan lain masih sama dengan tahun lalu. Jenjang SDN kuota jalur zonasi minimal 70 persen, jalur afirmasi 15 persen, perpindahan tugas orang tua maksimal 5 persen, serta jalur luar zonasi maksimal 10 persen dari daya tampung sekolah.

Sedangkan jenjang SMPN kuota jalur zonasi 50 persen, jalur afirmasi 15 persen, perpindahan tugas orang tua 5 persen, jalur prestasi lomba paling banyak 15 persen, serta jalur prestasi nilai rapor maksimal 15 persen dari daya tampung sekolah. ‘’Edukasi ke masyarakat bahwa stigma sekolah favorit harus dihilangkan,’’ tegasnya. (kid/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button