Madiun

Sembilan Perusahaan Nunggak Pajak Reklame

MADIUN – Menunggak pembayaran, 18 papan reklame di kawasan Kota Karismatik disegel satpol PP. Upaya penyegelan yang dilakukan bertahap sejak pekan lalu itu setelah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Madiun mengirim daftar nama wajib pajak yang belum menyelesaikan pajak. Total nilai wajib pajaknya Rp 39.192.500. ‘’Ada limpahan surat dari bapenda ke satpol PP untuk menindaklanjuti hasil temuan pemeriksaan dari BPK-RI perwakilan  Jatim,’’ kata Kabid Penegakan Perundangan Satpol PP Kota Madiun Agus Wuryanto.

Dalam surat bernomor 973/44/401.203/2019 mencatat ada sembilan daftar nama perusahaan yang belum membayar pajak. Empat di antaranya langsung melunasi begitu mengetahui satpol PP akan melakukan penertiban. ’’Ada yang dibayarnya sebelum kami segel, ada juga dua hari setelah kami segel dilakukan pembayaran,’’ ujarnya.

Penyegelan papan reklame melalui pemasangan banner putih berukuran jumbo yang bertuliskan Papan reklame ini disegel Satpol PP. Ada 18 titik reklame yang sebagian telah dipasangi banner. Jika tiga bulan setelah penyegelan tidak kunjung dibayar, satpol PP berencana menghilangkan papan reklame tersebut. ’’Kalau Le Minerale di Taman Bantaran dan Jalan D.I. Panjaitan itu kami lepas karena mudah dilepas. Ukurannya hanya 1×4 meter, jadinya mudah. Kalau mudah dilepas, kami lepas. Kalau nggak bisa, ditutupi banner putih,’’ terang Agus.

Bentuk penertiban ini adalah hasil koordinasi dengan Sunardi, kepala satpol PP. Sunardi menginginkan adanya banner putih yang menutup papan reklame untuk memberikan efek jera ke perusahaan. ’’Kalau nggak ada tindak lanjutnya baru kami potong,’’ tegasnya.

Belasan papan reklame tersebut dibangun di atas tanah kepemilikan wajib pajak. Artinya, bukan untuk disewakan. Ke sembilan perusahaan tersebut beragam jenis produk. Mulai kartu seluler, keramik, elektronik, produk minuman, semen, oli, dan bahan bangunan. ’’Tunggakannya satu atau dua tahun, detailnya bisa dikonfirmasi langsung ke bapenda,’’ ungkapnya sembari menyebut alamat perusahaan tersebut berbasis di sejumlah daerah luar Kota Madiun.

’’Penyegelan papan reklame ini adalah yang kali pertama dilakukan Satpol PP Kota Madiun,’’ imbuh Agus. (mg2/c1/ota)