Ngawi

Sembilan Kecamatan di Ngawi Rawan Kekeringan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi mulai memetakan wilayah rawan kekeringan. Sedikitnya sembilan kecamatan dinilai berpotensi mengalami krisis air bersih. Yakni, Mantingan, Karanganyar, Widodaren, Kedunggalar, Pitu, dan Bringin. Juga Kasreman, Padas, serta Karangjati.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi Teguh Puryadi mengatakan, pihaknya telah menyiagakan 15 armada mobil tangki air bersih. Masing-masing berkapasitas tujuh ribu liter. ‘’Jika sewaktu-waktu dibutuhkan sudah ready,’’ ujarnya Kamis (16/7).

Catatan BPBD, pada kemarau tahun lalu Kecamatan Bringin menjadi penyumbang desa kekeringan terbanyak yakni 10. Disusul Pitu dengan sembilan desa yang mengajukan permintaan kiriman air bersih. Sementara, kecamatan lainnya berkisar dua hingga lima desa.

Teguh menyebut, wilayah krisis air bersih cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2018, misalnya, terdapat 30 desa yang mengalami kekeringan. Setahun berselang naik menjadi 45. Puluhan desa itu mayoritas berada di wilayah pegunungan kapur, mulai Karanganyar hingga Karangjati. ‘’Kami perkirakan tahun ini akan bertambah karena BMKG memprediksi musim kemarau lebih panjang,’’ paparnya.

Mengantisipasi bencana kekeringan, pihaknya getol melakukan sosialisasi penghijauan lahan kering atau tandus. ‘’Sebenarnya kalau hutan dan pohon-pohon besar tidak ditebangi bisa menyimpan cadangan air,’’ sebutnya. (mg1/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close