Ponorogo

Semangat Irul Gelorakan Penghijauan Kecil-kecilan

Berangkat-Pulang Sekolah Boncengkan Bibit Tanaman

Hobi berkebun Choirul Muchsinin tidak dinikmati sendiri. Dia getol menularkan kebiasaan baik itu kepada orang-orang di sekitarnya. Mendorong siapa saja melakukan penghijauan kecil-kecilan di rumahnya masing-masing.

=======================

MIZAN AHSANI, Ponorogo, Jawa Pos Radar Ponorogo

CUKUP aneh jika menemui Choirul Muchsinin, 27, yang berkendara waktu pagi ke sekolah. Dia memang masih lajang. Sering kalinya yang dibonceng sebatang pohon. Itu karena guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMKN 1 Sawoo ini nyambi jualan bibit pohon dari aneka buah. ‘’Yang lokasi pemesannya satu arah dengan sekolah, gratis ongkir (ongkos kirim, Red),’’ ujarnya.

Guru yang akrab disapa Irul itu mengaku baru merintis usahanya setahunan. Sejak lama lulusan IAIN Ponorogo itu gemar menanam aneka buah di halaman rumahnya di Babadan. Irul lantas suka memamerkan panen buah dari kebun kecilnya itu di media sosial. Siapa sangka, banyak yang tertarik. Irul pun menangkapnya sebagai peluang bisnis. ‘’Saya pun mulai berjualan,’’ katanya.

Tidak banyak modal awal yang dikeluarkan. Irul hanya membeli beberapa buah yang acap dia tanam. Belakangan, permintaan pasar mulai mendikte usahanya. Banyak yang rupanya tertarik dengan bibit buah tertentu. Kalau sekarang, yang paling diminati adalah jambu air. ‘’Selain jambu air, yang paling diminati lemon, berbagai jenis jeruk, dan jambu air. Saya juga punya bibit sawo hitam asli pengembangan dari Meksiko. Itu satu pohon minimal harganya Rp 350 ribu,’’ terang Irul.

Irul melihat pasar mampu menerima usahanya secara positif. Setahun menekuni usaha penjualan bibit buah, dia mulai merasakan keuntungannya. Meski tidak banyak. Namun, cukup untuk menambah pendapatannya dari selain mengajar. ‘’Kalau musim hujan seperti ini, bibit buah memang laris. Kalau kemarau, bibit-bibit yang dipesan kebanyakan khusus tanaman dalam pot,’’ jelasnya.

Sama seperti kebanyakan usaha rintisan, modal Irul seadanya. Dia berkeinginan memperbanyak bibit supaya lengkap yang dia jual. Namun, yang dicari Irul lebih dari sekadar rupiah. Kepuasan batin yang membuatnya kian bersemangat menekuni hobinya ini. Baginya, hobi yang menghasilkan uang sudah memuaskan hati. Ditambah ajakannya melakukan penghijauan kecil-kecilan juga diapresiasi. ‘’Teman-teman guru di sekolah ikut gerakan menanam ini. Jadi, usaha ini walaupun sampingan, bagi saya adalah hobi, plus menguntungkan dan menggerakkan masyarakat untuk ikut penghijauan walaupun dari rumah masing-masing. Di situ letak kepuasannya,’’ tandasnya.*** (fin/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close