HukumMagetanPeristiwa

Selundupkan Delapan Ton Jatah Ngariboyo ke Sragen

MAGETAN – Anung Prasetyo harus berurusan dengan polisi. Setelah kepergok mengangkut pupuk bersubsidi oleh petugas Satlantas Polres Magetan. Tepat di Jalan Raya Solo depan SPBU Maospati, akhir pekan lalu (28/7).

Petugas yang berpatroli sekitar pukul 14.00 itu menaruh curiga pada truk nomor AD 1378 QG yang dikemudikan warga Desa Baleasri, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, itu. Saat diberhentikan ternyata mengangkut pupuk bersubsidi menuju Sragen, Jateng. ‘’Pupuk subsidi mau dijual, padahal tidak boleh. Akhirnya dibawa ke polres untuk pemeriksaan,’’ kata Kasubbag Humas Polres Magetan AKP Suyatni.

Sampai Jumat (3/8), truk pengangkut pupuk subsidi itu masih terparkir di halaman belakang Mapolres Magetan. Bodinya pun masih tertutup terpal. Pun, 160 karung pupuk subsidi masih berada di dalamnya. ‘’Anung sudah kami tetapkan tersangka,’’ ujarnya.

Dalam pemeriksaannya, Anung diketahui pemilik dari 8 ton pupuk subsidi tersebut. Sebanyak 120 karung merupakan pupuk ponska dan 40 karung pupuk ZA. Sedianya, Anung hendak menjual pupuk subsidi itu. ‘’Pupuk subsidi ini jatahnya petani Ngariboyo, tapi malah dijual ke Sragen,’’ katanya.

Siapakah sebenarnya Anung? Sehingga bisa mendapatkan berton-ton pupuk subsidi dan berniat menjualnya? Suyatni memastikan, Anung bukanlah agen atau distributor penyalur pupuk subsidi. Dia juga bukan ketua gabungan kelompok tani (gapoktan) kecamatan setempat. Dia hanyalah pengecer yang setiap harinya berjualan pupuk di rumahnya. Bukan di gudang, melainkan toko rumahan biasa. ‘’Aksinya (menjual pupuk subsidi) ini baru pertama kali,’’ sebutnya.

Di depan penyidik sat reskrim, Anung mengaku hendak menyelewengkan pupuk subsidi itu untuk kepentingan pribadi. Selain menyita pupuk sebagai barang bukti, polisi terus mengembangkan hasil tangkapan di siang bolong itu. Tersangka disangkakan pasal 6 ayat (1) UUD RI 7/1955 tentang Pengusutan, Penuntutan, dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi juncto Permendag Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi juncto pasal 9 Permentan 04/Permentan/SR.310/3/2017 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2017. ‘’Tersangka masih kami bebaskan karena hukuman maksimalnya kurungan 2 tahun,’’ pungkasnya. (bel/c1/fin)

 

 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close