Ponorogo

Selamat Jalan Kiai Syukri, Ponorogo dan Indonesia Berduka

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Tepat pada  Hari Santri (22/10), pukul 10.00, di pemakaman keluarga Gontor. Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi, pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), dimakamkan. Sebelumnya, jenazah disalatkan di Masjid Jami PMDG.

Ribuan orang mengantar berpulangnya cendekiawan muslim asli Ponorogo itu. ‘’Saya dan almarhum bermain sepak bola sejak pakai bola karet di bawah pohon asam, sampai sekarang jadi pemain top,’’ kata Pimpinan PMDG KH Hasan Abdullah Sahal, dalam sambutannya.

Hasan terisak saat berpidato di hadapan ribuan santri dan pelayat. Air mata mengalir di pipinya yang keriput. Hasan mengenang Abdullah Syukri sebagai sosok teman sejak puluhan tahun silam. Sejak PMDG hanya seluas 1,7 hektare, hingga punya aset tanah 1.600 hektare di berbagai daerah. ‘’Dengan izin, kekuatan, dan pertolongan Allah, kami teruskan perjuangan sampai menjadi seperti sekarang,’’ ujarnya.

Hasan memuji putra pertama KH Imam Zarkasyi, salah satu trimurti pendiri PMDG, itu sebagai kawan sejati. ‘’Kalau boleh sombong, saya orang yang paling tahu beliau. Dan mungkin, beliau orang yang paling tahu tentang saya,’’ ungkapnya.

Pasca meninggalnya Abdullah Syukri, PMDG akan mempersiapkan pemilihan pimpinan baru. Hasan berharap, pengganti Syukri mampu meneruskan perjuangan membesarkan PMDG. ‘’Tidak mungkin pondok ini dipimpin orang sekecil saya. Hanya oleh orang yang berjiwa besar, dengan kebersamaan dan pengorbanan yang besar, serta lindungan dari Allah, maka kepemimpinan di pondok ini dapat dilanjutkan,’’ tuturnya.

Ribuan santri dan pelayat tumpah ruah mengantar Abdullah Syukri ke peristirahatan terakhirnya. Dai kondang Ustad Yusuf Mansur, hadir di antara mereka. Dia ikut salat jenazah dan mengikuti prosesi pemakaman. ‘’Beliau bukan hanya guru, tapi juga ayah bagi semua yang pernah bersentuhan dengan beliau,’’ ujarnya.

Yusuf mengenang Abdullah Syukri sebagai sosok meledak-ledak jika bicara tentang cita-cita dan impian. Banyak wejangan yang dihayati dan diterapkan dalam dakwahnya. ‘’Kata beliau, setiap huruf Alquran yang kita baca akan menjelma jadi malaikat Allah di alam kubur. Beliau juga pernah bilang, kiai itu harus senang kalau santrinya berhasil lebih dari kiainya,’’ kata alumnus PMDG itu.

Ahmad Fuadi, penulis novel Negeri Lima Menara, meluapkan banyak kenangan tentang Abdullah Syukri. Dikutip melalui rilis resmi PMDG, Fuadi banyak disanjung almarhum. Itu yang menguatkannya hingga menjadi penulis sukses. ‘’Saya seperti sekarang ini, antara lain karena pernah diayun-ayun oleh buaian sayang beliau. Kata-katanya penuh energi yang menyetrum para santrinya,’’ ujar lulusan 1992 PMDG yang juga mantan wartawan Tempo itu.

Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, adik Abdullah Syukri, mengungkap bahwa kakaknya menderita aneurisme sejak 2012. Sempat dioperasi di Surabaya, kondisinya membaik sampai 2017, sebelum kambuh kembali. ‘’Pada Sabtu dan Ahad kondisi beliau turun dan pada Rabu beliau mengalami penurunan kesehatan untuk yang kedua kali. Pukul 15.50 dinyatakan meninggal dunia,’’ terangnya. (naz/c1/sat)

Ponorogo dan Indonesia Berduka

LUPAKAN sejenak persaingan menuju Pringgitan. Dua calon bupati (cabup) kontestan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Ponorogo sama-sama berduka.  Keduanya sepakat, wafatnya Pimpinan PMDG KH Abdullah Syukri Zarkasyi sebagai kehilangan besar Ponorogo dan Indonesia. ‘’Saya belajar banyak dari beliau,’’ kata cabup nomor urut 1 Sugiri Sancoko Kamis (22/10).

Sugiri melayat ke rumah duka Rabu malam (21/10). Mendoakan dan memberikan penghormatan terakhir. Sugiri kenal Abdullah Syukri lebih dari lima tahun lalu. Sebelum macung di Pilkada 2015, Sugiri juga minta restu kepada Syukri. ‘’Beliau sosok yang sangat teduh. Mengajarkan pentingnya kita memberi manfaat kepada orang lain,’’ kenangnya.

Paling diingat Sugiri, Abdullah Syukri mengibaratkan pemimpin sebagai simbol. Satu orang dapat mewakili satu juta orang. Sehingga, pemimpin harus mampu memberi manfaat bagi orang lain.

Sementara cabup nomor urut 2 Ipong Muchlissoni mengapresiasi banyaknya kontribusi positif Abdullah Syukri untuk Ponorogo dan Indonesia. Khususnya, dalam pendidikan pesantren dan bidang keagamaan. ‘‘Beliau adalah sosok yang sepanjang hidupnya memperjuangkan modernisasi pendidikan pesantren,’’ ujarnya.

Di mata Ipong, Abdullah Syukri merupakan sosok cendekiawan muslim sejati. Buah pemikiran yang dituangkan dalam berbagai karya tulis maupun wejangan telah menginspirasi pengembangan ponpes lain di tanah air. ‘’Visi trimurti Gontor dapat dia wujudkan sampai akhir hayatnya,’’ sebutnya.

Ipong minta segenap masyarakat mendoakannya. Dia yakin PMDG akan mendapat pengganti yang mampu melanjutkan perjuangan sebagai trimurti pimpinan ponpes tersebut. ‘’Kita patut berduka dan wajib mendoakan agar arwah beliau diterima di sisi terbaik Allah SWT. Semoga husnulkhatimah, diampuni segala dosa, dan diterima setiap amal ibadahnya,’’ ucapnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button