Ngawi

Selama Coklit Data Pemilih Pilkada 2020, Bawaslu Temukan 4.618 Pelanggaran

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada Ngawi 2020 masih menyisakan pekerjaan rumah (PR) bagi KPU setempat. Hal itu seiring banyaknya temuan pelanggaran administratif oleh badan pengawas pemilu (bawaslu) selama proses tersebut.

Ketua Bawaslu Ngawi Abjudin Widyas Nursanto menyebut, hingga proses coklit berakhir pada 13 Agustus lalu terdapat 4.618 pelanggaran administratif. Di antaranya, formulir AA2-KWK atau stiker pemutakhiran yang tidak mencantumkan hari dan tanggal pemungutan suara.

Ditemukan pula formulir serupa yang belum ditandatangani petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) serta stiker yang ditempel di rumah tidak berpenghuni. ‘’Data itu (pelanggaran, Red) langsung diambil dari alat pengawasan kami di setiap TPS (tempat pemungutan suara),’’ ungkapnya Selasa (18/8).

Abjudin mengaku sudah melaporkan temuan itu ke KPU setempat untuk dilakukan perbaikan. Pihaknya juga meminta panitia ad hoc bawaslu memberikan saran dan koreksi di tingkat bawah. ‘’Nanti akan kami kroscek lagi berapa temuan yang sudah dilakukan perbaikan dan belum. Kalau ternyata ada yang belum diperbaiki, terpaksa akan kami proses sesuai ketentuan berlaku,’’ tegasnya.

Kendati hanya bersifat administratif, dia menilai jika tidak dilakukan perbaikan dapat menimbulkan dampak pada proses selanjutnya. ‘’Harapan kami, masalah ini bisa selesai di tahapan ini, tidak sampai berdampak pada tahapan-tahapan berikutnya,’’ kata Abjudin.

Dia menambahkan, sebenarnya bawaslu juga menemukan adanya beberapa rumah yang belum dicoklit. Namun, pihaknya belum mengetahui apakah pelanggaran itu sudah diperbaiki atau belum. ‘’Sampai sekarang kami belum menemukan pelanggaran selain administratif. Jika ada, pasti akan kami proses,’’ jelasnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button