News

Selain Sebagai Keindahan Ragam Hias Juga Bernilai Simbolis Artinya

×

Selain Sebagai Keindahan Ragam Hias Juga Bernilai Simbolis Artinya

Share this article

Selain Sebagai Keindahan Ragam Hias Juga Bernilai Simbolis Artinya – Kata yang Anda cari ada di buku ini. Untuk konten yang lebih bertarget, klik di sini untuk melakukan pencarian teks lengkap.

T.M. Rita Istari Penyunting : Prof. menyewa. dokter. Motif Hias dan Makna Keanekaragaman Candi Bambang Sulistyanto di Pulau Jawa

Selain Sebagai Keindahan Ragam Hias Juga Bernilai Simbolis Artinya

Keanekaragaman Hias Candi Jawa Motif dan Makna © Penerbit Kepel Press Penulis: T.M. Rita Istari Editor: Profesor. menyewa. dokter. Bambang Sulistyanto Desain Sampul: Arief Budhi Setiawan Desain Konten: Tim Kreatif Kepel Press Edisi Pertama April 2015 Penerbit Kepel Press Puri Arsita A-6, Jl. Kalimantan, Ringroad Utara, Yogyakarta Tel/fax : 0274-884500 HP : 081 227 10912 e-mail : [email dilindungi] Anggota IKAPI ISBN : 978-602-1228-99-9 Dilindungi oleh undang-undang hak cipta. Kutipan atau reproduksi sebagian dilarang. atau menggunakan seluruh isi buku tanpa izin tertulis dari penulis dan penerbit. Printer tidak bertanggung jawab atas isi cetakan Amara Books.

Seni Budaya 8 Smt 1 Lks

Iii Pengenalan Direktur Balai Arkeologi Yogyakarta Sebagai bangsa yang berbudaya, ragam hias nusantara sangat kaya dan beragam, terlihat pada berbagai media seperti kain, kayu, bambu, keramik, batu bata, keramik, logam dan batu. . Baik berupa motif batik, motif tenun, motif tenun, ukiran atau ukiran. Hiasan ini tampil dalam bentuk yang unik dan bervariasi tergantung daerahnya. Perbedaan pola hias tersebut dapat disebabkan karena perbedaan budaya masyarakat yang menciptakannya, dan sudah menjadi ciri khas daerah atau kelompok budaya daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya nusantara. Hiasan kerajinan dan seni tradisional nusantara seringkali mengandung makna simbolik dan nilai spiritual yang diungkapkan dalam stilisasi. Secara umum penggambaran dekorasi dalam media disesuaikan dengan makna dan fungsinya. Terkadang hanya mempunyai fungsi dekoratif untuk keindahan, terkadang hanya ditampilkan sebagai simbol yang mengandung makna tertentu, walaupun mungkin tidak indah, dan terkadang merupakan gabungan dari kedua fungsi tersebut untuk mempercantik, namun juga memiliki makna tersendiri. arti. Sekalipun seorang wisatawan atau pengunjung yang tidak sengaja mengunjungi suatu situs arkeologi berupa candi, benda tersebut tentu tidak akan luput dari perhatian. Tujuannya beragam

Iv | Hiasan Berbagai candi di Jawa merupakan candi hias yang “menghias” artefak-artefak, terutama dari masa-masa yang dipengaruhi peradaban Hindu-Buddha di Jawa. Padahal, berbagai hiasan pada tubuh candi tidak hanya sekedar keindahan, namun juga mengandung makna tersembunyi. Jadi, untuk mendorong orang-orang mengunjungi kuil suatu hari nanti dan tertarik dengan dekorasi serta interpretasinya, kami melakukan kegiatan observasi dan pencermatan ini dan menerbitkan hasilnya dalam sebuah buku. Buku ini menyajikan pengamatan arkeologis dan pengamatan terhadap motif dan makna hiasan candi Jawa. Meskipun buku ini tidak memberikan informasi yang lengkap karena beragamnya motif hias, periodisasi yang berbeda, posisi penempatan yang berbeda, latar belakang agama yang berbeda, dan situs yang tersebar di berbagai tempat, namun buku ini memungkinkan T.M. Rita Istari mencoba menampilkan prestasinya kepada masyarakat luas. Kami berharap buku ini tidak hanya membantu kita memahami atau memahami apa yang diukir oleh nenek moyang kita, tetapi juga memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk pengembangan seni dan kreativitas di bidang media lainnya. Bukan masalah. Kalau dahulu bentuk hiasannya menggunakan media batu, kini motif batik menggunakan media kain. Perubahan bentuk dan fungsi hiasan akan lebih bernilai pada desain baru bila motifnya indah dan mengandung makna yang dalam. Yogyakarta, Siwanto, Massachusetts, Desember 2014

Baca Juga  Cerpen Pada Dasarnya Merupakan Karya Fiksi Karena

V Pendahuluan Editor Ornamen merupakan suatu bentuk dasar hiasan yang biasanya menjadi pola berulang dalam sebuah karya seni. Ornamen disebut juga ornamen, berasal dari kata Yunani “ornare” yang berarti perhiasan. Karya seni ini sengaja dibuat untuk mengisi panel atau mengisi ruang kosong dengan tujuan untuk mempercantik karya seni tersebut. Jelas dapat dianggap sebagai karya seni, antara lain tenun, tulisan di atas kain, batik, himne, patung, serta ukiran kayu dan batu. Dalam seni pahat atau patung, ragam hias yang sering disebut pepatran sangat fleksibel dalam arti dapat distilisasi, disederhanakan, atau dapat diubah bentuk, transformasi. Hiasan dan ornamen merupakan salah satu bentuk seni yang berkembang sejak zaman prasejarah, ketika masyarakat belum mengenal tulisan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia mempunyai banyak variasi ragam hias. Keanekaragaman tanaman hias di Indonesia dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain lingkungan alam, flora dan fauna, serta masyarakat yang mendiaminya. Keinginan untuk berhias merupakan naluri manusia, namun karena di balik kenyataan terdapat simbol yang disebut gambar, maka perkembangan suatu karya seni juga menunjang unsur keimanan. Artinya dekorasinya terkadang begitu

Vi | Berbagai hiasan candi di Jawa hanyalah sketsa tak bermakna. Pekerjaan ini bermakna karena persetujuan tertulis dari komunitas pendukung. Dalam dunia seni rupa, ornamen merupakan salah satu seni dekoratif yang paling dekat dengan kerajinan tangan dan mempunyai peranan yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan. Diperlukan pengetahuan dan keterampilan khusus untuk mengungkap makna seni dekoratif, terutama sejarah, makna simbolik, corak, jenis, cara berekspresi dan fungsi benda, bangunan, dan lain-lain. Jenis tema, gaya, karakter, nilai, teknik tampilan, dan aplikasi yang berbeda. Ornamen biasanya merupakan suatu karya seni dekoratif yang digunakan untuk melengkapi keindahan suatu produk atau suatu karya seni rupa yang berdiri sendiri dan tidak terhubung dengan benda/produk fungsional lain pada tempatnya. Peranan ornamen sangat besar, terlihat pada penerapannya pada berbagai karya seni, seperti arsitektur, alat ritual, perabot rumah tangga, pakaian, dan lain-lain, untuk memenuhi berbagai kebutuhan estetika manusia. Pada umumnya penciptaan suatu karya seni selalu dikaitkan dengan fungsi tertentu, begitu pula dengan karya seni dekoratif. Ornamen setidaknya memiliki dua fungsi: dekorasi murni dan dekorasi simbolis. Bentuk-bentuk hiasan yang diciptakan sebagai hiasan murni hanya berfungsi sebagai hiasan keindahan. Hiasan simbolik adalah suatu karya yang selain mempunyai fungsi dekoratif, juga mempunyai nilai simbolik tertentu berdasarkan norma (adat istiadat, agama, dan sistem sosial lainnya). Bentuk, motif, dan penataan karya tersebut ditentukan oleh norma, nilai, khususnya agama.

Baca Juga  Menghormati Dan Menghargai Budaya Seorang Teman Disebut

Menilik Kerawang Gayo: Keindahan, Kebenaran Dan Kebaikan

Tentang editor | vi Hindari kesalahpahaman terhadap makna atau nilai simbolik yang terkandung di dalamnya. Jika dicermati, sebenarnya dekorasi tersebut banyak mengandung informasi tentang sejarah perkembangan seni rupa Indonesia. Sejak zaman dahulu nenek moyang kita telah mengetahui betul seni menggores dinding gua, yang dalam masyarakat modern sering dikaitkan dengan konsep keimanan. Teori kebudayaan yang merupakan seni sebagai ungkapan pemikiran beranggapan bahwa lingkungan zaman merupakan salah satu faktor penentu yang mempengaruhi bentuk kebudayaan material yang dihasilkan oleh proses berpikir yang melahirkan gagasan. Sifatnya yang terkadang menganggap remeh unsur alam seperti pohon palem atau gambar tumbuhan dan hewan, merupakan cara berpikir praktis masyarakat saat itu. Kesenian nusantara mengalami perkembangan yang semakin kompleks seiring berjalannya waktu. Dinamisme seni tersebut terlihat pada lukisan yang berkembang menjadi goresan-goresan pada gua, relung atau dolmen makam prasejarah, kemudian membesar menjadi relief khadi. Di sinilah muncul perkembangan seni dan kerajinan, seperti terlihat pada indahnya seni hias pada dinding candi. Kemunculan seni hias pada candi sulit dipisahkan dari serangkaian inovasi, sebagai suatu proses dari keseluruhan sistem yang menciptakan hasrat manusia akan keindahan. Ekspresi keindahan terlihat jelas pada seni dekoratif yang terus berkembang seiring berjalannya waktu, mulai dari pola hias geometris sederhana hingga gulungan hias rumit seperti yang terlihat pada relief candi. Buku ini merupakan hasil ekspor penulis yang berprofesi sebagai peneliti arkeologi, dan memungkinkan penulis melakukan perjalanan dan observasi situs-situs di Jawa Tengah dan Timur. Tidak mungkin membahas semua variasi dekoratif karena kami menyadari keterbatasan penulis sendiri.

Viii | Hiasan candi Jawa terpahat pada dinding candi-candi di Jawa Tengah dan Jawa Timur, namun fokus buku ini dipersempit pada penyajian hiasan-hiasan yang terdapat pada bangunan candi, khususnya hiasan non-relief. Hampir semua candi, baik candi Budha maupun Siwa, memiliki beragam ornamen yang dipahat tidak hanya pada kaki candi saja, namun juga pada badan dan atap bangunannya. Bentuk hiasan geometris, tanaman hias/flora, fauna dan gabungan hiasan yang terpahat pada dinding candi rupanya dipilih karena alasan tertentu, mengingat candi merupakan candi suci tempat pemujaan para dewa. Pengamatan bahwa karya seni dekoratif candi hampir selalu hadir dan menonjol di bangunan keagamaan membuktikan bahwa nenek moyang kita sangat menyukai keindahan kesucian candi. Berdasarkan data yang diperoleh dari bahan relief, prasasti dan naskah sastra, diperoleh informasi bahwa berbagai jenis sumber daya tumbuhan mempunyai arti penting dalam mengungkap keadaan lingkungan. Relief, prasasti, dan ornamen yang terpahat pada dinding candi merupakan gambaran kehidupan masyarakat pada masa itu. Dalam konteks penelitian ini merupakan gambaran pola hidup masyarakat Jawa Kuno pada abad 11 hingga 14 M, dan berbagai hiasan tersebut menjadi bukti dan kunci yang mengungkap beragam potensi dan perilaku sumber daya tumbuhan. Ini adalah kisah orang Jawa kuno yang menjalankannya. Berbagai jenis tanaman hias tergambar pada relief candi, dan sebagian besar tanaman yang tergambar pada relief tersebut diketahui cocok dengan lingkungan alam sekitarnya. Saya harus menghargai upaya yang dilakukan untuk menulis buku ini. Sebab, buku ini dapat dianggap sebagai upaya rintisan yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para peneliti arkeologi Indonesia. Oleh karena itu, buku ini merupakan buku penting yang tidak hanya boleh dibaca oleh para peneliti muda saja.

Baca Juga  Sebuah Paragraf Terdiri Dari Kalimat Utama Dan Kalimat

Tentang editor | ix bergairah a

Ragam hias motif batik, ragam hias dari kalimantan, selain indra pendengar telinga juga berfungsi sebagai, ragam hias batik solo, ragam hias yogyakarta, motif ragam hias aceh, motif ragam hias kalimantan, ragam hias jepara, selain untuk mendengar telinga juga berfungsi sebagai, ragam hias simbolis, ragam tanaman hias, ragam hias topeng

News

Apa Itu Boti – Danang Wisnu mendapat sambutan…