Pacitan

Sektor Perhotelan Pacitan di Ambang Kebangkrutan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Napas bisnis penyedia jasa pariwisata nyaris habis. Korona tak kunjung mereda membuat jasa travel, tour guide, hingga perhotelan di ambang kebangkrutan.

Sekretaris PHRI Pacitan Chrismilia Natalia menuturkan, di masa sulit ini para penyedia jasa pariwisata tak berdiam diri saja. Periuk pendapatan coba diselamatkan dengan berbagai cara. ‘’Banyak teman-teman hotel dan resto yang akhirnya menyediakan katering online agar bisa menggaji karyawan,’’ ujarnya, Sabtu (10/7).

Nonik –sapaan Chrismilia Natalia– berharap masyarakat kian melek korona. Artinya, semakin cermat menyikapi situasi ini dengan mendisiplinkan diri menjalankan protokol kesehatan (prokes). Korona kali ini pun dipandangnya tak lepas dari euforia libur Lebaran silam. ‘’Mau percaya apa tidak, kondisinya sekarang seperti ini lagi. Salah satu faktornya tentu karena ndableknya kita. Kalau sejak awal patuh prokes, saya kira tak akan seperti ini,’’ jelas pemilik Hotel Srikandi itu.

Dia berharap masyarakat sudi menahan hasrat berseliweran dan tidak mengabaikan imbauan pemerintah. Pihaknya khawatir situasi ini bakal berbuntut panjang terhadap masa depan perekonomian di Pacitan. ‘’Saya rasa apa yang diputuskan pemerintah itu sudah terbaik. Tidak mungkin mereka rela melihat warganya terpapar hingga meninggal akibat virus,’’ terangnya.

Nonik mengamini saat ini para pengusaha hotel di Pacitan terancam gulung tikar. Dia tetap optimistis pandemi bakal usai suatu saat nanti. Namun, penyekatan yang terus berlanjut bisa mengoreksi pendapatan hotel yang sudah semakin turun setiap harinya. Sementara operasional tetap harus dipenuhi. Mulai membayar listrik, perawatan, hingga menggaji karyawan. ‘’Mau tak mau kita harus berinovasi. Ini waktu yang baik untuk memperbaiki kinerja dan manajemen. Sampai ikut-ikut online,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button