Madiun

Sekolah Tak Patuh Dinas, Abaikan Ketentuan Zona Merah Kecamatan

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Peraturan Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur (Cabdindik) Wilayah Madiun diabaikan. Sejumlah lembaga pendidikan di Kabupaten Madiun berbeda pandangan atas metode uji coba pembelajaran tatap muka (PTM).

Bila cabdindik melarang pelaksanaannya di zona merah tingkat kecamatan, pihak sekolah mengacu pemberlakuan status itu di tingkat desa. SMAN 1 Nglames adalah salah satu lembaga yang menerapkannya.

Terhitung Senin (12/10) Kecamatan Madiun masuk zona berisiko tinggi penularan Covid-19. ‘’Kami lebih selektif soal penentuan zona merah untuk pelaksanaan uji coba PTM,’’ kata Kepala SMAN 1 Nglames Imron Rosidi.

Imron menerangkan, pelaksanaan uji coba PTM mengacu tempat tinggal peserta didik. Bila ada desa terdapat pasien positif Covid-19, maka siswa yang tinggal di sana dilarang ikut PTM. Sementara, siswa dari desa lain di satu kecamatan sama masih diperbolehkan. Asalkan, diberi izin orang tua atau wali muridnya. ‘’Eman-eman kalau pakai model gebyah uyah seperti itu. Satu kecamatan kan wilayahnya luas,’’ paparnya.

Zona merah skala desa diterapkan SMAN 1 Nglames mulai pekan lalu. Selama itu, tidak sampai 10 siswa yang dilarang masuk karena desanya ada kasus korona. Sementara, secara global, hanya 25 persen dari total 855 siswa sebagai pelaksana uji coba PTM.

Menurut Imron, disiplin protokol kesehatan anak lebih terkontrol lewat PTM. ‘’Tapi, kami siap kalau memang diminta menghentikan PTM. Sebenarnya, kondisi saat ini lebih repot karena harus menggelar PTM dan PJJ (pembelajaran jarak jauh, Red),’’ ujarnya.

Kepala Cabdindik Jatim Wilayah Madiun Supardi menegaskan, uji coba PTM berpedoman surat nomor 420/2355/101.6.16/2020. Sekolah di kecamatan zona merah menggelar PJJ. Sejumlah lembaga pendidikan diakuinya mengabaikan ketentuan tersebut. ‘’Sudah kami ajak koordinasi agar menyesuaikan kondisi daerah masing-masing,’’ katanya.

Supardi tidak sepakat kala disinggung kecolongan atas adanya sekolah yang abai peraturan. Sebab, pihaknya telah membentuk tim pengawas untuk memantau pelaksanaan PTM. ‘’Kami kerja sama dengan gugus tugas kecamatan untuk mengetahui update Covid-19,’’ ucapnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close