Pacitan

Sekolah Perbatasan di Pacitan Terkendala Jaringan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Tiga semester ini, jaringan telekomunikasi seolah menyatu dengan urat nadi. Betapa hari-hari siswa dan guru banyak dihabiskan untuk berhadapan dengan layar handphone.

Ketika sekolah klasikal harus beralih ke ruang digital, banyak yang tersengal. Menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan penuh perjuangan. Lantaran terkendala problem geografis dan kurangnya pemerataan akses teknologi informasi. ‘’Sampai sekarang masih ada satu-dua siswa yang harus dikunjungi. Tapi, medannya juga sulit karena berbukit,’’ kata Kepala SDN Ponggok Pacitan Suwardi, Jumat (27/8).

Sekolah ini menaruh harapan besar PTM lekas dimulai. Pun, antisipasi penularan virus telah disiapkan sejak setahun belakangan. Mulai penyiapan masker cadangan, tempat cuci tangan, hingga thermogun. ‘’Komposisi jumlah siswa setiap kelas juga sudah kita atur sedemikian rupa supaya tidak berkerumun,’’ jelasnya.

Suwardi menjamin sekolahnya tak kesulitan menerapkan protokol kesehatan. Sebab, jumlah siswa yang diampu tidaklah seberapa. Semisal di kelas I dan III jumlahnya tak lebih dari 10 siswa per tingkatnya. Karenanya, dia berharap sekolahnya ditunjuk sebagai pionir uji coba PTM kelak. ‘’Kalau saya perhatikan, di sini (Ponggok, Red) tidak banyak kasusnya. Tidak sampai meledak (korona),’’ ujarnya. (gen/c1/fin/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button