Madiun

Sekolah Negeri-Swasta Ajukan Izin Tatap Muka

Uji Coba Pembelajaran Diperpanjang Tiga Pekan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Uji coba pembelajaran tatap muka diperpanjang hingga tiga pekan. Semula, tatap muka di SMAN 2, SMKN 3, dan SLBN Manisrejo hanya dilangsungkan dua pekan dan setelah itu dilakukan evaluasi.

Kepala Cabdindik Jatim Wilayah Madiun Supardi mengungkapkan, perpanjangan masa uji coba itu sesuai instruksi Dindik Jatim. Berdasarkan rapat bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Salah satu alasannya, evaluasi kurang optimal jika masa uji coba hanya dilakukan dua pekan. ‘’Karena itu, diperpanjang hingga tiga pekan,’’ kata Supardi.

Ada tiga indikator sebagai bahan evaluasi. Pertama, pelaksanaan protokol kesehatan. Kedua, adanya klaster baru di sekolah selama masa uji coba. Serta peta persebaran virus di lingkungan tempat tinggal murid dan guru. ‘’Progresnya seperti apa, kami lihat nanti,’’ ujarnya.

Evaluasi sementara cabdindik, protokol kesehatan berjalan tertib di tiga sekolah. Pun, hingga kini belum ada klaster baru dari sekolah tunjukan percobaan tersebut. Kendati demikian, tidak boleh lengah. Tetap meningkatkan kedisiplinan sembari mengoptimalkan proses pembelajaran. ‘’Bagaimanapun pembelajaran tatap muka lebih mengena karena ada interaksi langsung antara siswa dengan guru dan siswa lainnya,’’ ungkap Supardi.

Cabdindik juga menerima masukan dari orang tua. Mayoritas memberikan tanggapan positif. Rata-rata sepaham bahwa pembelajaran jarak jauh (PJJ) kurang optimal dan menemui banyak kendala. ‘’Anak-anak mudah dikendalikan karena dekat,’’ imbuhnya.

Hasil evaluasi di masa uji coba nantinya menjadi pertimbangan untuk membuka kembali pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan lainnya. Sampai kini, seluruh sekolah lain di bawah naungannya telah mengajukan izin pembelajaran tatap muka. Tentunya pengajuan izin disertai kesepakatan orang tua. ‘’Baik negeri maupun swasta,’’ sebutnya.

Di masa uji coba tatap muka ini, sekolah lain di bawah naungan cabdindik terus melakukan persiapan. Mulai sarana-prasarana dan mekanisme pendukung protokol kesehatan hingga meminta persetujuan orang tua siswa. ‘’Tinggal menunggu komando dari provinsi dan gugus tugas di masing-masing daerah,’’ tuturnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close