MadiunPendidikan

Sekolah Daring, Siswa SD Pusing

Tetap Ikhtiar meski Susah Belajar

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pembelajaran dalam jaringan (daring) menjadi tantangan tersulit bagi siswa baru sekolah dasar (SD). Butuh perjuangan ekstra bagi pelajar di kelompok usia yang baru mentas dari TK untuk mengikuti pembelajaran daring. Tak semudah saat menerapkannya bagi pelajar di kelompok usia sekolah menengah. ‘’Peran guru bagi siswa baru SD sangat penting. Di usia mereka, sulit melepaskan peran guru secara langsung,’’ kata Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Slamet Hariyadi (19/7).

Siswa baru SD yang rata-rata berusia 6-7 tahun masih pada tahap meniru. Guru berperan mengajarkan keteladanan dan menanamkan pendidikan karakter. Pembekalan materi fundamental itu tentu sulit jika dilakukan dari jarak jauh. ‘’Dalam situasi seperti ini, kita tetap harus berikhtiar,’’ ujarnya.

Pekan lalu, para guru SD telah membuat video pembelajaran semenarik mungkin. Video dimulai dengan pengenalan guru. Tahap awal ini diharapkan dapat memantik simpati para siswa baru. Agar mereka tak kebingungan dan dipusingkan cara belajar dari jarak jauh. ‘’Untuk sementara pengganti (pembelajaran)-nya seperti itu. Semoga pekan ini sudah siap dibagikan,’’ harapnya.

Pembelajaran daring bagi siswa baru SMP dan SMA juga mengharuskan pendampingan orang tua. Pucuk anggota keluarga di rumah itu menggantikan peran guru kelas yang tidak bisa mendampingi pembelajaran tatap muka. ‘’Semua tetap membutuhkan pendampingan orang tua,’’ tegasnya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close