Laka LantasMadiun

Sekeluarga Dihajar Mira, Bapak-Anak Tewas, Ibu Patah Tulang

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Tatapan mata Nur Setyoningrum kosong. Perempuan 32 tahun itu hanya memandang ke langit. Dia mengerang kesakitan. Kondisinya kritis. Warga yang datang menutup sebagian tubuhnya dengan pelepah pisang.

Nur belum menyadari bahwa dirinya telah kehilangan suami dan seorang anaknya. Parmin, 43, dan Rafi, 5, terenggut nyawanya dalam kecelakaan maut di Jalan Raya Madiun-Surabaya Km 141-142 Senin (16/11). Tepatnya masuk Desa Sidorejo, Saradan, pada pukul 06.00. Satu keluarga asal Tulung, Saradan, itu tersambar bus Mira yang dikemudikan oleh Mohamad Mukson, 47, warga Desa Banjarsari, Dagangan.

Benturan cukup keras mengagetkan warga di lokasi kejadian. Mereka datang memberi pertolongan dan membawa ketiga korban ke RSUD Caruban. Suyanto yang berada di lokasi kejadian tak tega hati melihat pemandangan tersebut. Warga Sidorejo itu lantas mengabarkan peristiwa nahas itu ke polisi.

Suyanto menerangkan, ketiga korban berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Beat AE 4995 BR. Mereka melaju dari arah Caruban. Setibanya di jalan menanjak, satu keluarga ini ditabrak oleh bus Mira jurusan Surabaya-Jogjakarta. Parmin, Nur, dan Rafi terpental ke aspal. Hanya Nur yang selamat dari  maut. ‘’Karena di (jalan) tanjakan, kemungkinan (pandangan sopir) bus tidak tahu kalau di atas ada motor,’’ kata Suyanto.

Kondisi Nur saat ini mengalami penurunan kesadaran. Dia mengalami robek di dahi kiri, memar dua bola mata, dan patah pergelangan tangan. Sementara, suami dan anaknya mengalami luka di bagian kepala.

Kanitlaka Satlantas Polres Madiun Ipda Johan Ariadi menyebut bahwa sopir bus teledor. Sebelum tabrakan terjadi, bus bernopol S 7209 US itu sempat menyalip dua truk tronton di tanjakan Pugruk. Padahal, markah jalan bersambung. ‘’Sesuai aturan, di garis lurus seperti itu dilarang mendahului,’’ kata Johan. (den/c1/her)

Km 141–142 Telan Tujuh Nyawa

JALAN Raya Madiun-Surabaya Km 141-142 keramat. Sepanjang tahun ini, di titik itu, telah terjadi 10 kecelakaan dengan tujuh nyawa melayang. Terbaru dua korban jiwa meregang nyawa di lokasi black spot itu Senin (16/11). ‘’Titik tersebut memang rawan laka lantas,’’ kata Kanitlaka Satlantas Polres Madiun Ipda Johan Ariadi.

Ditengarai pandangan pengemudi terhalang tingginya kontur jalan yang menanjak. Sekalipun sudah digaris sambung, namun markah tersebut kerap dilanggar pengguna jalan. ‘’Sesegera mungkin akan kami koordinasikan dengan dishub terkait penurunan angka laka lantas,’’ ujar perwira dengan pangkat satu balok di pundak itu.

Opsi yang mungkin ditempuh yakni dengan memasang water barrier. Sehingga, tidak terjadi saling salip ketika melintas di tanjakan Pugruk tersebut. ‘’Water barrier akan dipasang di titik-titik tertentu saja. Supaya pengendara lebih berhati-hati,’’ tutur Johan.

Pihaknya juga mengusulkan perbaikan jalan ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Pasalnya, kondisi jalan bergelombang. ‘’Kami juga akan perbanyak tanda peringatan rawan kecelakaan di lokasi,’’ imbuhnya. (den/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button