Madiun

Sekda Tinggalkan Wasiat agar Peduli Dampak Covid-19

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tambah kapasitas ruang isolasi dan donasi ASN untuk bantuan Covid-19. Pesan Pak Rus itu disampaikan pada hari kerja terakhirnya 30 Juni lalu. Itulah wawancara terakhir Jawa Pos Radar Madiun usai rapat di Ruang 13 Balai Kota. Ketika itu kondisinya mulai menurun. Tidak seperti biasa, setiap pertanyaan dijawab dengan ucapan-ucapan berjeda cukup lama.
Bahkan, Pak Rus sempat minta istirahat di tengah wawancara. Sebelumnya, pesan itu juga disampaikan langsung kepada Satgas Penanganan Covid-19 dalam rapat. Pak Rus mengingatkan rumah sakit segera menambah tempat tidur agar warga yang terinfeksi virus korona bisa mendapatkan perawatan.

Instruksi itu ditindaklanjuti. Segala persiapan dikebut manajemen RSUD Kota Madiun untuk menambah kapasitas. Bangsal Anggrek yang semula untuk pasien bedah diubah jadi ruang isolasi. Kapasitasnya dapat menampung 23 pasien. Ruang itu di-launching Senin (12/7). ‘’Kami mendapat kabar duka malam sebelumnya. Ini pesan terakhir beliau,’’ kata Plt Direktur RSUD Kota Madiun Agus Nurwahyudi.

Dengan tambahan itu, jumlah isolasi di rumah sakit milik pemkot itu menjadi 64 tempat tidur (TT). Sebelumnya 41 TT di bangsal Dahlia dan Anggrek. Menurut Agus, pesan itu terbukti dapat menolong pasien terkonfirmasi Covid-19. Tambahan bed isolasi langsung full pasien yang sebelumnya harus mengantre untuk mendapat perawatan. ‘’Beliau juga mengingatkan untuk selalu patuh prokes, prioritaskan layanan kesehatan masyarakat, dan tolong diperhatikan nakesnya,’’ ujarnya.

Di mata Agus, Pak Rus merupakan sosok panutan yang selalu memberi masukan positif. Menyelesaikan masalah dengan mempertimbangkan hajat hidup masyarakat. Dia berharap pesan patuh prokes dapat dijalankan masyarakat. Tidak hanya di luar rumah, tapi juga saat di rumah. ‘’Hindari makan bersama meski di rumah. Pakai masker meski di rumah. Klaster rumah saat ini begitu tinggi,’’ ungkapnya.

Di tangan Pak Rus kendali birokrasi dipercayakan. Apalagi ketika Wali Kota Maidi yang lebih dulu terinfeksi Covid-19 mesti mendapat perawatan. Pak Rus menjadi pengayom yang concern dalam penanganan Covid-19. ‘’Jauh lebih memikirkan masyarakat terkait jaminan sosial dan bantuan,’’ kata Wawali Kota Madiun Inda Raya (IR) AMS.

Jauh sebelumnya, tepatnya pada awal pandemi Covid-19 tahun lalu. Pak Rus menggagas ASN pemkot yang berjumlah 3.000 orang agar menghimpun donasi. Diwujudkan menjadi bantuan jaring pengaman sosial dan dibagikan kepada masyarakat. ‘’Betapa mulianya beliau, ini digagas beliau dan sangat membantu masyarakat,’’ kata IR.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya (AR) BMS ikut mengantarkan jenazah bersama kalangan dewan dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Meskipun hanya menyaksikan dari kejauhan saat prosesi pemakaman.

Di matanya, Pak Rus adalah sosok yang baik. Terutama dalam menjalankan roda pemerintahan. AR menganggap sebagai panutan, senior, dan teladan dalam proses pemerintahan. ‘’Semoga almarhum Pak Sekda husnulkhatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan,’’ ucapnya. (kid/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button