Mejayan

Sekat Akses Masuk, Ketat di Desa-Desa

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Dua kali Lebaran di tengah situasi pandemi Covid-19. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Pemkab Madiun menyiapkan antisipasi berlapis untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 pasca-Lebaran. Kedatangan perantau dipelototi betul. ‘’Meski sudah dilakukan penyekatan di akses masuk, kami akan ketati juga yang di bawah atau di desa-desa,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami, Selasa (11/5).

Seperti tahun lalu, Pemkab Madiun menghitung kedatangan warga menggunakan aplikasi. Secara berkesinambungan mulai kecamatan hingga desa, pihaknya intens koordinasi mendata pendatang. Bupati menyebut, penghitungan seperti itu akan lebih ke akar lagi ketimbang tahun sebelumnya. Seiring diterapkannya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. ‘’Mengantisipasi warga yang terlewat dari penyekatan, penghitungan pendatang akan diperketat sampai tingkat RT,’’ ujar Kaji Mbing, sapaan bupati.

Pemkab juga ambil bagian dalam penyekatan pemudik sejak 6 Mei sampai 17 Mei mendatang. Sejumlah akses masuk Kabupaten Madiun dijaga ketat. Meliputi dua gerbang tol, Madiun dan Caruban. Serta jalur perbatasan antara Kabupaten Madiun dengan Nganjuk. Kaji Mbing berpandangan realistis tentang potensi lolosnya pemudik. ‘’Jadi, berlapis-lapis. Selain penyekatan, juga pengetatan di bawah (desa, Red),’’ ungkapnya. (den/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button