Madiun

Sejumlah Pusat Perdagangan Lumpuh

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penyebaran Covid-19 yang begitu cepat bedampak pada lumpuhnya sejumlah aktivitas ekonomi di Kota Madiun. Apalagi, setelah pemkot menutup kegiatan perdagangan di berbagai titik demi memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Mulai Sunday Market, bundaran Taman, lapangan Gulun, hingga kawasan alun-alun.

Kepala Dinas Perdagangan Gaguk Hariyono mengungkapkan, keputusan penutupan sejumlah pusat kegiatan ekonomi itu mempertimbangkan aspek kesehatan masyarakat. Itu mengingat penularan Covid-19 sangat cepat dan berpotensi menyebar di tempat keramaian. ‘’Tujuan kami membatasi dan mencegah penyebaran virus korona,’’ kata Gaguk Minggu (22/3).

Penutupan itu, lanjut dia, diberlakukan hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Mengikuti perkembangan dan petunjuk pemerintah pusat dalam menangani wabah korona. ‘’Tentu nanti juga diikuti upaya preventif dari satpol PP,’’ ujarnya.

Dia menyebut, surat pemberitahuan telah dikirim ke seluruh paguyuban pedagang di masing-masing titik tersebut. Selanjutnya diteruskan ke para pedagang. ‘’Kami sudah berkirim surat,’’ ungkapnya.  ‘’Sektor ekonomi bisa diperbaiki perlahan nantinya. Kesehatan masyarakat jauh lebih penting,’’ sambung Gaguk.

Dia belum dapat menaksir berapa persen potensi penurunan perputaran uang seiring kebijakan tersebut. Namun, setidaknya ribuan pedagang bakal ’’menganggur’’. Sebab, informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madiun, di Sunday Market saja terdapat sekitar 800 pedagang.

Gaguk berharap kebijakan itu dapat diterima dengan besar hati oleh para pedagang. Pun, social distancing yang diterapkan selama 14 hari bisa berjalan dengan baik. ‘’Efek jangka panjangnya yang harus dipikirkan. Kalau tetap buka dan penyebaran virus semakin meluas kan warga juga yang rugi,’’ pungkasnya. (kid/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button