Madiun

Sejumlah Pengungsi Wamena Tiba di Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Kerusuhan Wamena menimbulkan trauma mendalam bagi keluarga Dwi Yanuarianti. Pun, perempuan asal Desa/Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, itu memilih memindah sekolahkan kedua anaknya di kampung halaman ketimbang bertahan menuntut ilmu di kota terbesar di Papua tersebut. ‘’Yang pertama kelas X SMA dan kedua kelas III SD,’’ kata Dwi ditemui di Pendapa Muda Graha Madiun.

Keluarga Dwi tiba di pendapa Rabu malam (9/10) bersama empat pengungsi lainnya. Yakni, tiga warga Jiwan dan seorang lainnya asal Ponorogo. Mereka dijemput tim gabungan organisasi perangkat daerah (OPD) seperti dinas sosial (dinsos) dan dinas kesehatan (dinkes) dari Bandara Juanda Surabaya.

‘’Saya akan kembali ke Wamena kalau situasi betul-betul sudah aman,’’ ujar perempuan 36 tahun itu. ‘’Anak-anak saya titipkan ke keluarga atau tetangga di Jiwan,’’ imbuh Dwi sembari menyebut sudah 17 tahun tinggal di Wamena dan bekerja di sebuah perusahaan swasta.

Suasana mencekam dirasakan betul karena tempat tinggalnya di wilayah kota pusat kerusuhan. Tinggal di sub pengungsian pasca kerusuhan belum membuatnya merasa aman. Dwi pun akhirnya memilih pulang kampung. ‘’Saat ini anak-anak sudah tidak merasakan trauma,’’ tuturnya.

Hingga kini total ada 18 warga Kabupaten Madiun di Wamena yang memutuskan pulang. Namun, tidak semuanya kembali ke Bumi Kampung Pesilat. Sebanyak 10 warga yang juga tiba Rabu malam memutuskan menenangkan diri di Sidoarjo. ‘’Tinggal sementara di rumah saudaranya,’’ kata Kepala Dinsos Kabupaten Madiun Sugiharto.

Sugiharto menyebut, bentuk bantuan lembaganya adalah memfasilitasi antar jemput para pengungsi. Bersamaan itu dilakukan pengecekan kondisi kesehatan mereka saat berada di bandara. Cek kesehatan akan dilakukan secara berkala. ‘’Dinkes akan mendampingi proses pemulihan rasa trauma,’’ ujarnya. (cor/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close