Ngawi

Sejumlah Bacakades Kritik Adanya Ujian Tambahan

NGAWI – Impian Sukarno mempertahankan jabatannya sebagai kepala desa harus dikubur dalam-dalam. Itu setelah kades Kauman nonaktif tersebut tersingkir dari kontestasi pemilihan kepala desa (pilkades) setempat lantaran gagal lolos ujian tambahan yang digelar panitia kabupaten di Command Centre Senin (27/5). ‘’Kalau tidak lolos ya sudah, memang belum rezekinya,’’ kata Sukarno.

Sesaat setelah hasil ujian dikoreksi dan diumumkan panitia, Sukarno terlihat hanya bisa pasrah lantaran gagal bersaing dengan kandidat lain dari desanya yang juga mengikuti ujian. Namun, pria yang sudah dua periode menjabat kades Kauman itu menyikapi kegagalannya dengan legawa. ‘’Apa yang harus saya komentari, kalau sudah gagal ya sudah,’’ ujarnya lagi.

Sukarno menyebut, sepanjang mencalonkan diri sebagai kades, baru kali ini dirinya mengikuti ujian tambahan. Itu terjadi lantaran pada pilkades kali ini ini pesertanya melebihi batas maksimal yakni tujuh bakal calon sehingga harus dilakukan ujian tambahan.

Himawan Guntoro, peserta ujian lainnya dari Desa Giriharjo, Ngrambe, menilai adanya ujian tambahan dalam pencalonan kepala desa memberangus hak warga negara. Seharusnya, kata dia, siapapun yang memenuhi syarat berhak mencalonkan diri sebagai kepala desa. ‘’Ke depan kalau bisa tidak usah ada pembatasan, karena siapapun warga itu berhak untuk dipilih (sebagai kepala desa) asalkan memenuhi syarat,’’ ucapnya.

Kendati menyoal adanya pembatasan melalui ujian tambahan, Himawan tetap mengapresiasi upaya yang dilakukan panitia. ‘’Ujian hari ini (kemarin, red) saya kira cukup baik, lancar, dan transparan. Hasilnya juga langsung diumumkan, jadi kami bisa langsung tahu,’’ paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ngawi Kabul Tunggul Winarno menyatakan bawha pembatasan calon kepala desa itu sudah diatur dalam peraturan daerah (perda) tentang pilkades. ‘’Aturannya sudah jelas, minimal calonnya harus dua orang dan maksimal lima orang,’’ tegasnya.

Dia menambahkan, ujian kemarin diikuti 20 peserta dari total tiga desa di Ngawi. Yakni, Jagir dan Kauman (Sine), serta Giriharjo (Ngrambe). Sedangkan materi yang diujikan antara lain UUD 1945 dan Pancasila, bahasa Indonesia, pengetahuan tentang desa serta pengetahuan umum. (tif/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close