Ponorogo

Sejarawan Remaja Menang Olimpiade Sejarah di Malang

Anak muda memang harus gemar mengulik sejarah. Untuk bekal menatap masa depan yang lebih terarah. Tak sekadar menggemari, dua pelajar ini berhasil menorehkan prestasi juara II Olimpiade Sejarah Tingkat Nasional.

=========

DILA RAHMATIKA, Jawa Pos Radar Ponorogo

SINAR lampu kamar Mikail Muhammad Firdaus masih menyala terang. Malam itu, dia masih sibuk membaca setiap lembar buku sejarah. Sesekali tangannya mencatat poin penting dari referensi yang dibacanya. ‘’Nggak lama (belajarnya). Dari pukul 21.00 sampai 22.00,’’ kata Mikail.

Bersama Jaafika Yahya Nurhdiayanto, Mikail berhasil juara II Olimpiade Sejarah di Universitas Negeri Malang (UM). Bagi Mikail, olimpiade tingkat nasional ini yang keempat kalinya diikuti. ‘’Yang terakhir lebih menantang. Soal-soalnya lebih sulit,’’ ujar pelajar kelas XII MAN 2 Ponorogo ini.

Mikail membutuhkan waktu hingga satu bulan lamanya mempersiapkan olimpiade tersebut. Entah sudah berapa buku sejarah yang dilahap remaja 18 tahun ini. Agar menguasai seluruh materi, dia menargetkan dua bab sehari. Dia pun kerap membuat singkatan untuk memudahkan memahami setiap rentetan peristiwa sejarah. ‘’Seperti operasi jatkusum saya singkat jadi OJ,’’ terangnya.

Pada olimpiade yang diikuti, banyak pengetahuan sejarah yang diujikan. Meliputi sejarah Romawi, Yunani, dan Tiongkok. Pada babak final, keduanya beradu menjawab puluhan butir soal bergaya higher thinking skills (HOTS). ‘’Paling susah sejarah peradaban kuno. Pesaing beratnya dari SMA 3 Blitar, MAN 2 Malang, dan SMA 5 Surabaya,’’ ucap remaja yang tertarik belajar sejarah sejak sekolah dasar ini.

Jaafika, partner Mikail, juga bukanlah siswa IPS, melainkan IPA. Tipikal Jaafika yang kurang gemar membaca disiasati dengan menyaksikan tayangan video di YouTube. ‘’Yang penting-penting saya catat,’’ katanya. *** (fin/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close