Ponorogo

Sejak Awal 2019 Kantor PT CIM Mulai Dikosongkan

Pemilik Ruko Tak Menahu Keberadaan Sarjito

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Sepekan pasca dilaporkan ke Polres Ponorogo, Sarjito, bos PT Cahaya Indah Mulia (PT CIM), tak kunjung menampakkan diri. Sidang gugatan di Pengadilan Negeri Ponorogo pun tak pernah didatangi warga Wagir Lor, Ngebel, itu. ‘’Banyak yang menanyakan kantornya (PT CIM) pindah ke mana, tapi saya tidak tahu,’’ kata Astin, pemilik ruko tempat kantor lama PT CIM.

Pada 2017 hingga 2018 akhir, Sarjito sempat menyewa ruko milik Astin sebagai kantor PT CIM. Biaya sewa untuk ruko di Kertosari, Babadan, itu Rp 6 juta setahun. Astin ingat betul, ketika disewa Sarjito, ruko terbilang sepi. Tak banyak yang datang ke kantor pemasaran Perumahan Dreamland Plalangan, Jenangan, itu. Astin pun jarang menyambangi rukonya. Dia juga mengaku jarang bertemu dengan Sarjito. ‘’Jarang sekali bertemu. Bahkan dalam sebulan, bertemu sekali pun jarang,’’ ujarnya.

Situasi justru berbeda begitu kontrak sewa dengan Sarjito habis pada Desember 2018. Sekitar Januari 2019 lalu, barang-barang di kantor mulai dipindahkan. Entah ke mana. Astin mulai merasakan ada yang tidak beres dengan penyewa rukonya itu. Sebab, ketika kantor sudah tutup, justru banyak yang datang mencari. ‘’Tanya ke saya, kantornya pindah ke mana. Saya tidak tahu karena tidak pamit dan tidak pernah berkomunikasi,’’ bebernya.

Kepada penyewa ruko, Astin selalu memberi dua kunci. Satu sebagai serep. Bahkan, kunci serep rukonya baru dikembalikan oleh salah seorang pegawai Sarjito pada Februari 2019 lalu. ‘’Kunci yang satunya masih dibawa Pak Sarjito, belum dikembalikan sampai sekarang. Saya tidak tahu di mana beliau. Yang saya tahu, satu manajernya ada yang tinggal di Sukorejo,’’ imbuh warga RT 3/3 Kertosari itu.

Kabid Penataan Ruang DPUPKP Juli Wibowo masih ingat betul Sarjito pernah mendatangi kantornya pada 2018 lalu. Tujuannya untuk memproses perizinan Dreamland lewat tim koordinator penataan ruang daerah (TKPRD). Namun, ditolak atas sejumlah alasan. Pertama, karena wilayah tersebut tidak untuk zona perumahan. Kedua, lantaran pembangunan perumahan Dreamland tidak melalui pembahasan site plan. Padahal, Sarjito sudah menjual unit rumah kepada konsumen. Pun site plan penting untuk mengatur ketersediaan prasarana perumahan seperti jalan dengan lebar yang layak, saluran drainase, sampai sanitasi. ‘’Setelah itu, tidak pernah datang lagi ke kantor,’’ sebut Juli. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close