NasionalNgawi

Seisi Negeri Patah Hati Ditinggal Mas Didi Pergi

Godfather of Broken Heart Disemayamkan di Kampung Halaman

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun –  Kabar meninggalnya Dionisius Prasetyo atau Didi Kempot dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru negeri. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya pelayat dari berbagai daerah yang datang untuk mengantarkan sang maestro campursari ke tempat peristirahatan terakhir di tempat pemakaman umum (TPU) Jatisari, Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Selasa (5/5).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turut hadir melepas kepergian Godfather of Broken Heart untuk terakhir kali. Politisi yang akrab disapa Mas Ganjar itu tiba di TPU Jatisari sekitar pukul 14.50, sesaat setelah jenazah Lord Didi diantarkan ke tempat persemayaman terakhirnya. ‘’Saya sangat kaget saat mendengar kabar Mas Didi meninggal dunia,’’ ungkap Ganjar kepada media.

Ganjar mengetahui kabar duka itu saat dirinya diundang ke salah satu stasiun radio milik pemerintah untuk diwawancara. Awalnya dia berpikir akan diinterviu mengenai perkembangan mudik dan sebagainya. Ternyata malah dimintai komentar mengenai kabar duka tersebut. ‘’Yang jelas, kita semua bisa meneladani sikap Mas Didi yang selalu merakyat dan suka membantu orang lain,’’ ujarnya.

Ganjar paham karakter Didi Kempot. Sebagai pejuang seni, almarhum mengawali karirnya dengan merangkak dari bawah. Dengan penuh ketabahan, inovasi, serta loyalitas dan dedikasi tinggi. ‘’Beliau tipikal seniman ndeso yang tetap merakyat meski sudah terkenal. Beliau tidak pernah lupa dengan asal-usulnya,’’ sambung Ganjar.

Bupati Ngawi Budi ”Kanang” Sulistyono dan Wakil Bupati Ony Anwar turut melepas kepergian sang maestro di TPU Jatisari. Mbah Kung –sapaan Budi ”Kanang” Sulistyono– telah menganggap Didi Kempot sebagai sahabat dekatnya. Bupati Ngawi ini telah mengenal pelantun Pamer Bojo itu sejak 1990-an. ‘’Semakin akrab ketika reformasi 1998,’’ ujarnya.

Waktu itu, kenang Kanang, Didi Kempot masih menjadi pengamen. Begitu juga dirinya yang belum menjadi apa-apa. Seiring waktu, Kanang maupun Didi Kempot sama-sama meniti karir hingga sukses seperti sekarang. Didi Kempot menjadi artis terkenal dan Kanang sukses menakhodai Ngawi selama dua periode. ‘’Belakangan kami juga intens untuk konser digital. Covid-19 Ambyar bersama Didi Kempot,’’ sebutnya.

Bahkan, beberapa jam sebelum Didi Kempot meninggal dunia, Kanang masih membicarakan mengenai rencana sosial tersebut. Karena sudah tengah malam, rencananya obrolan itu dilanjutkan siang kemarin. Namun, Kanang kaget ketika pagi hari mendapat kabar sahabatnya itu sudah pergi untuk selamanya. ‘’Satu yang ingat dari kata-kata Mas Didi, dia ingin di ujung sisa hidupnya digunakan untuk berbakti kepada bangsa dan negara,’’ tuturnya.

Selain itu, kalimat yang masih diingat Kanang sampai sekarang yaitu pada situasi pandemi covid-19 ini Didi Kempot ingin berbuat sesuatu tanpa memikirkan mendapat balasan apa. Hal itu yang membuat dirinya merasa haru dan menambah semangat dalam berjuang melawan situasi serbasulit ini. ‘’Harusnya sikap seperti itu menginspirasi para artis. Saat kondisi negara seperti ini, turunlah seperti Mas Didi,’’ ungkapnya.

Terkait tindak lanjut dari konser digital itu, Kanang segera menghubungi tokoh dan artis yang siap berkolaborasi serta mendukungnya. Termasuk pihak manajemen almarhum Didi Kempot. Kanang ingin acara tersebut tetap dilanjutkan. Dengan catatan temanya diganti Covid-19 Ambyar in Memorial Didi Kempot. ‘’Saya kira apa yang terjadi sekarang bisa menjadi semangat tersendiri untuk tetap menyukseskan acara tersebut,’’ harapnya.

Diketahui, Didi Kempot meninggal dunia sekitar pukul 07.45 di RS Kasih Ibu, Solo, Jateng. Sang maestro diduga mengalami serangan jantung. Jenazahnya dipulangkan ke rumah duka sekitar pukul 11.48 dari RS Kasih Ibu, Solo. Setibanya di rumah duka sekitar pukul 14.25 langsung disambut ratusan pelayat dari berbagai daerah. Almarhum dimakamkan di TPU Jatisari sekitar pukul 14.50, kurang lebih setengah jam setibanya di rumah duka. Sempat beredar kabar bila pemakaman dilangsungkan di TPU Dusun Sidowayah, Desa Jenggrik, Kedunggalar. Namun, akhirnya Lord Didi dimakamkan di samping makam putri sulungnya Lintang Ayuningtyas Rastri yang meninggal 1995 silam. ‘’Karena cikal bakalnya (Didi Kempot) di sini, jadi ya dimakamkannya di sini (Majasem, Kendal),’’ terang Syukur, paman almarhum. (tif/c1/fin)

 

Tetap Setia Berkarya, Sabar Tiada Batasnya

TIGA lagu ambyar yang dibawakan Ipong Muchlissoni di alun-alun Ponorogo pengujung tahun lalu menjadi yang terakhir kali dinyanyikan bersama Didi Kempot. Banyak kenangan manis diukir bersama. ‘’Saya kaget. Tidak pernah mendengar beliau sakit, tiba-tiba meninggal,’’ kata Ipong Selasa (5/5).

Menjadi sebuah kehormatan bagi Ipong telah mengenal Didi Kempot secara dekat. Ipong kali pertama berkenalan dengan Didi Kempot pada 2008 silam. Ketika masih berkecimpung di kancah perpolitikan Kalimantan Timur. ‘’Waktu kampanye Pilgub Kaltim 2013, saya ajak beliau keliling Kaltim,’’ kenangnya.

Sekian lama tidak berjumpa, Ipong akhirnya kembali bersua dengan musisi berjuluk lord of broken heart itu Desember tahun lalu. Tabligh Akbar dan Konser Ambyar yang digelar Pemkab Ponorogo itu juga dihadiri Kiai Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah. Di atas panggung, Ipong mengajak Didi Kempot berduet menyanyikan Banyu Langit, Pamer Bojo, dan Sewu Kuto. ‘’Saya yang pilih lagunya,’’ ujar Ipong.

Ipong melihat sosok Didi Kempot sebagai pekerja seni yang setia dengan profesinya. Sejak masih meniti tangga karir hingga terkenal, tidak ada yang berubah dari sosok Didi Kempot. Masihlah sosok musisi yang bersahaja. ‘’Beliau musisi yang sangat sabar, bertahun-tahun terus berkarya,’’ sebutnya.

Salah satu bentuk kesabaran Didi Kempot yang membuat Ipong salut adalah kerelaannya terhadap lagu-lagunya yang banyak di-cover dan membuat sukses benyak orang. Didi Kempot tidak pernah mempersoalkan. ‘’Walaupun karyanya selalu meledak ketika dinyanyikan orang lain dan sering melambungkan namanya, tetapi beliau tetap setia berkarya. Kesabarannya akhirnya berbuah,’’ kata bupati.

Dari kesabaran itu, Didi Kempot berhasil meraih puncak kejayaannya. Konsernya selalu dibanjiri ratusan ribu penonton di mana pun digelar. Mendapat panggung sendiri di layar kaca. Menggelar konser amal untuk kemanusiaan. Ipong merasakan duka dan kehilangan mendalam atas kepergian sang maestro. ‘’Didi Kempot telah menjadi legenda musik Indonesia. Khususnya campursari. Saya merasa terhormat beberapa kali manggung bersama. Selamat jalan legenda,’’ tuturnya. (naz/c1/fin)

 

Sang Maestro Tak Pelit Ilmu

SAMPAIKANLAH walau hanya satu ayat. Hadis ini barangkali yang ada di benak Didi Kempot hingga tidak pelit membagikan ilmu bermusiknya. Suparno, seorang musisi asal Ngawi, mengaku memperoleh bimbingan tiada henti dari sang maestro campursari itu. ‘’Pantang baginya (Didi Kempot, Red) membimbing anak didik setengah-setengah, selalu sampai tuntas,’’ katanya Selasa (5/5).

Nogling, sapaan akrab Suparno, sebetulnya sudah kenal lama Didi Kempot. Sebab, sama-sama tinggal satu desa di Majasem, Kendal. Namun, kekhusyukan menimba ilmu baru dimulai 2017. Selama itu, bukan hanya bab aransemen dan menulis lirik lagu yang diberikan. The Godfather of Broken Heart memberikan filosofi bahwa bermusik itu jalan menebar kebajikan. Setiap lantunan nada adalah sarana penyampaian sebuah budaya dan memegang teguh norma serta etika kehidupan. ‘’Musik tidak hanya untuk berkarya,’’ ujarnya.

Menurut Nogling, Didi Kempot bukan sosok yang menuntut imbalan kepada anak didiknya. Enggan meminta materi atas jasa yang diberikan, melainkan cukup kesediaan sang murid untuk semangat dan tidak menyerah menjadi sukses.

Di sisi lain, Didi Kempot punya jiwa sosial tinggi. Sebagian dari rezeki dibagikan kepada orang yang membutuhkan. Tidak terkecuali seniman jalanan. ‘’Karena ada satu prinsip yang selalu dipegang teguh beliau, yaitu nggelandang dadi ndalan (dari jalanan menemukan jalan, Red),’’ tutur pria yang menulis lagu Lelakon Trisno dan dinyanyikan Didi Kempot itu.

Nogling punya pengalaman berkesan kala menimba ilmu dari Didi Kempot. Suatu ketika kehidupan rumah tangganya sedang berantakan. Sang guru mampu membawanya bangkit pada masa sulit itu. ‘’Bukan hanya guru, beliau juga menjadi teman yang baik,’’ ungkapnya.

Meski tidak belajar secara langsung, Deny Caknan menjadikan Didi Kempot sebagai inspiratornya. Musisi asal Ngawi yang sedang naik daun itu respect terhadap karya-karya yang mengangkat budaya Jawa. ‘’Dia juga sosok yang sangat peduli kepada penyanyi muda,’’ katanya.

Menurut Deny, Didi Kempot sangat ramah kepada siapa pun. Meski tergolong musisi legendaris, dia tidak segan untuk bercengkerama. ‘’Setiap kali ada kesempatan bertemu, justru beliau yang kadang menyapa terlebih dahulu. Jadi, tidak ada istilah senioritas, dia menganggap semuanya sama,’’ terangnya.

Pria yang tutup usia 57 tahun itu dianggap tidak pelit ilmu. Setiap kali Deny bertanya, Didi Kempot akan menjawabnya apabila memang itu dikuasainya. ‘’Pesan yang paling saya ingat dari almarhum adalah orang-orang Ngawi punya potensi,’’ ucap Deny. (mg1/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close