Ngawi

Sehari, RSUD dr Soeroto Pesan Sepuluh Peti Mati

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Peti mati belakangan menjadi barang yang langka. Tak terkecuali di Ngawi. Bahkan, Selasa (13/7) pemakaman seorang pasien Covid-19 yang meninggal di RSUD dr Soeroto sampai molor tiga jam gegara pihak rumah sakit tak kunjung mendapat peti. ‘’Kiriman peti dari Solo terlambat tiga jam,’’ kata Direktur RSUD dr Soeroto Agus Priambodo.

RSUD biasa memesan peti mati dari perajin di Solo. Belakangan, kata Agus, banyak perajin menghadapi lonjakan permintaan peti. Alhasil, pesanan molor seperti kemarin. ‘’Karena jumlah pasien Covid-19 yang meninggal terus meningkat. Wajar jika pesanan kami datang terlambat,’’ ujarnya.

Pihak RSUD bahkan sampai memesan sepuluh peti mati sekaligus setiap hari. Permintaan itu meningkat tajam mulai awal bulan ini. Sebelumnya RSUD hanya memesan peti mati maksimal dua kali dalam sebulan. Sekali pesan maksimal 20 peti. ‘’Dulu sebulan dua kali. Kali ini kami menerima kiriman setiap hari,’’ beber Agus. (mg5/c1/naz)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button