Magetan

Sehari Dua Warga Magetan Bunuh Diri

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Gantung diri dipilih sebagai solusi atas persoalan yang dihadapi. Dalam sehari ada dua warga Magetan yang nekat mengakhiri hidup dengan cara ngendhat. AS, 17, mengakhiri nyawa sendiri lantaran tak dapat melanjutkan sekolah. ‘’Menurut dugaan, karena keinginannya untuk bersekolah tidak dapat dipenuhi orang tua,’’ kata Kapolsek Kawedanan AKP Suyatni, Kamis (10/6).

AS selama ini bersekolah sekaligus mondok di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Madiun. Malang bagi AS, orang tuanya mengaku kesulitan jika harus membiayai pendidikan hingga jenjang lebih tinggi. Pasalnya, AS juga punya dua adik yang perlu dibiayai sekolah.

Gelap mata atas kondisi sulit yang menimpa dirinya, AS memanfaatkan seutas tali untuk gantung diri di usuk kayu belakang rumahnya. Saat ditemukan, AS sudah tak mengembuskan napas. ‘’Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Jenazah telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,’’ terang Suyatni.

Di hari yang sama, Sarno, 56, juga memilih mengakhiri hidup dengan gantung diri. Sebelum bunuh diri, warga Ngepeh, Parang, itu sempat menelepon anaknya yang tinggal di Lampung bersama ibunya. Sarno berpamitan dan berkata akan pergi jauh. ‘’Sudah bercerai. Anaknya tinggal bersama mantan istrinya,’’ kata Saimin, tetangga Sarno. (fat/naz/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button