Ponorogo

Sehari, 15 Warga Ponorogo Tumbang karena Covid-19

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Petugas pemakaman jenazah suspect maupun positif Covid-19 layaknya penjaga kubur. Mereka terbagi dalam lima tim yang seharian Rabu (6/7) harus memakamkan 15 jenazah. Bahkan, empat petugas sempat tertidur di TPU Serut, Kelurahan Mangunsuman, Siman, Ponorogo, di sela menunggu jenazah datang.

Saking seringnya memakamkan jenazah dengan prosedur Covid-19, mereka paham dengan status suspect, probable, positif antigen, dan konfirmasi. Kasus suspect adalah pasien meninggal yang sebelumnya dalam pengawasan dan menunjukkan gejala infeksi coronavirus. Sedangkan masuk kasus probable jika pasien yang meninggal itu masih dalam kategori suspect dengan gejala infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) berat hingga gagal bernapas.

‘’Kalau meninggal setelah hasil rapid antigen positif bahkan lewat swab PCR (polymerase chain reaction, Red) itu jelas,’’ kata seorang dari lima petugas pemakaman yang terjaga, Rabu (7/7). Tak urung, antara data pemakaman dan data resmi lansiran dinas kesehatan (dinkes) soal jumlah kematian akibat Covid-19 kerap berbeda. ‘’Bagi kami tidak akan ambil risiko. Petugas pemakaman tetap memakai APD (alat pelindung diri, Red) lengkap, apakah jenazahnya suspect, probable, positif antigen, atau konfirmasi,’’ imbuhnya.

Pun, angka 15 jenazah yang pemakamannya menganut prosedur Covid-19 kemarin dapat saja terkoreksi lantaran baru terhitung hingga pukul 15.00. Lumrah terjadi pemakaman berlangsung petang atau tengah malam. ‘’Tidak bisa ditunda-ditunda karena berisiko,’’ pungkasnya. (mg4/c1/hw)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button