Pacitan

Sedu Sedan Perhotelan Banyak Reservasi Dibatalkan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Pelaku bisnis perhotelan seperti kehilangan peta panduan dalam mengais rezeki di masa pandemi. Kurva sebaran korona yang sukar diprediksi dan kebijakan pemerintah yang selalu berubah membuat sektor ini sulit mempertahankan okupansi.

Triyono mengemukakan, tingkat kunjungan tamu menginap sebulan lalu cukup mengiris hati. Okupansi tidak sampai menyentuh 5 persen. Padahal periode sama di tahun sebelumnya masih berkisar 15-30 persen. ‘’Pandemi ini kurvanya tidak bisa diprediksi. Biasanya ada season ramai, ada yang sepi. Tapi pandemi ini semuanya gelap, tidak terbaca sama sekali,’’ ungkap manajer marketing Hotel Parai di Teleng Ria itu.

Bahkan, libur Lebaran lalu perhotelan di Pacitan puasa pendapatan. Momentum yang seharusnya panen pendapatan, justru sepi kunjungan. ‘’Banyak reservasi di-cancel,’’ sebutnya.

Pelaku perhotelan masih menaruh harapan besar di bulan ini. Sejak Lebaran lalu, masih banyak wisatawan yang menunda piknik ke Kota 1.001 Gua. ‘’Kami berharap Juli ini okupansinya bisa naik hingga 10 persen,’’ tuturnya.

Di masa sulit ekonomi ini, sektor perhotelan berupaya keras melakukan penghematan demi menyeimbangkan keuangan perusahaan (cash and balance). Beberapa karyawan ada yang dipekerjakan secara bergantian setiap bulannya. ‘’Seminggu masuk seminggu libur, terpaksa kami lakukan supaya tidak ada karyawan yang dirumahkan,” urainya.

Pemkab juga diharapkan memberikan solusi konkret bagi sektor pariwisata. Terutama menyelamatkan okupansi perhotelan. ‘’Kami dukung kebijakan pemerintah. Tapi, kami juga butuh solusi agar tetap sanggup menggaji karyawan, membayar listrik, iuran BPJS, dan operasional lain,’’ ujarnya. (ti2/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button